203 Posko Didirikan Relawan Sekber untuk Pemenangan Ahok-Djarot

70 Views

radarkontra.com Sekretariat Bersama Rakyat (Sekber) mendeklarasikan diri mendukung pasangan Ahok-Djarot dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta 2017-2022. Sekber pun siap mendirikan 203 posko, demi memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini menuju kursi DKI-1.

“Dengan relawan yang militan dan terlatih kami akan keluar masuk gang-gang sempit, menggetuk setiap pintu rumah warga untuk melawan issue SARA, mensosialisasikan program Jakarta Baru, dan memastikan tidak ada satupun suara yang hilang,” ujar Ketua Umum Sekber, Mixilmina Munir di Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Posko-posko tersebut terdiri dari 36 Posko di Jakarta Pusat, 56 Jakarta Utara, 45 Jakarta Timur, 28 Jakarta Selatan, 34 Jakarta Barat dan 4 posko di Kepulauan Seribu. 203 posko pemenangan Ahok-Djarot ini akan digerakkan oleh ribuan Relawan Sekber.

Menurut Mixil, meski selama periode pertama kepemimpinan Ahok-Djarot sudah sangat banyak kemajuan, namun masih banyak pekerjaan yang belum selesai dan harus dituntaskan. Dengan konsep Jakarta Baru, pasangan ini dinilai tidak akan sulit meraih banyak kesuksesan pada periode kedua.

Mixil menjelaskan bahwa konsep Jakarta Baru adalah Jakarta yang menjadi cita-cita bersama bagi 9,6 juta warganya, yang menjaga NKRI dan kebhinekaan.

“Jakarta Baru adalah Jakarta yang memprioritaskan pengembangan sistem angkutan umum massal. Pengembangan busway, penataan bus, pembangunan MRT dan Monorail. Jakarta Baru juga berbicara bagaimana pengendalian banjir, pengembangan situ dan waduk. Jakarta yang berani menormalisasi sungai dan salurannya. Jakarta dengan tanggul-tanggul yang kuat. Jakarta dengan sumur resapan dan lubang biopori yang mumpuni,” jelas Mixil.

Ia melanjutkan bahwa konsep Jakarta Baru yang digagas juga menginginkan warga mempunyai rumah susun sewa yang terpadu dengan fasilitas sosial, kesehatan dan olahraga, serta harus menyediakan ruang terbuka hijau, ramah terhadap anak dan lansia.

Kemudian Jakarta Baru, adalah Jakarta yang melayani setiap warganya dengan baik disetiap kelurahan dan kecamatan, mempermudah perijinan, transparan dan cepat. Prinsip-prinsip demokrasi juga menjadi prasyarat utama serta menjunjung tinggi azaz keadilan dan hak asasi manusia dalam meyelesaikan persoalan.

Tentu, tutur Mixil, kepemimpinan Ahok-Djarot tidak serta merta bisa menyelesaikan tugas tersebut semudah membalik telapak tangan. Pergulatan melawan mafia anggaran, mafia proyek, budaya kemalasan, ketidakdisiplinan birokrat, serta kompleksitas masalah di Ibukota merupakan tugas berat dalam periode pertama. (KP)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *