4 Raksasa Media Social Ini Bentuk Forum Hapus Konten Terorisme Dari Platform

229 Views

Permasalahan teroris bukan hanya jadi persolan pemerintah. Masyarakat pun perlu ikut serta dalam bersama-sama menindak tindakan radikal yang berdampak pada lunturnya ideologi sesungguhnya.

Bnayak cara untuk mengatasi terkait penyebaran paham terorisme dan radikalisme yang saat ini tumbuh subur di Tanah Air ini. Baik secara langsung maupun melalui dunia maya.

Oleh karena itu, perusahaan raksasa media Sosial dunia, Facebook, Youtube, Twitter dan Microsoft bersama-sama membentuk kelompok kerja global yang bertujuan memaksimalkan usaha untuk menghapus konten terorisme dari masing-masing platform mereka.

Nantinya, mereka akan membantu melakukan penelitian guna melawan pernyataan teroris dan juga bekerja sama dengan pakar-pakar kontra-terorisme.

Dalam keterangannya, forum tersebut juga akan memformalkan dan membangun bidang-bidang kolaborasi yang ada maupun pada masa depan di antara perusahaan mereka dan mendorong kerjasama dengan perusahaan-perusahaan teknologi kecil, seperti kelompok masyarakat madani dan akademisi, pemerintah dan badan supra nasional seperti Uni Eropa dan PBB.

“Ruang lingkup tugas kami akan berkembang seiring berjalannya waktu karena kami perlu bersikap responsif terhadap taktik teroris dan ekstremis yang terus berkembang,” demikian pernyataan yang tertulis.

Sebelumnya, pada pekan lalu, kepala-kepala negara Eropa meminta perusahaan-perusahaan teknologi agar mengembangkan teknologi baru untuk secara otomatis mendeteksi dan menyingkirkan konten ekstremis.

Jerman telah mengawalinya dengan mengusulkan undang-undang baru yang akan mendenda perusahaan media sosial sampai 56 juta dolar jika tidak segera menghapus postingan ekstremis.

Sementara, awal bulan ini, Facebook terbuka terhadap usaha menghapus konten terorisme untuk menjawab kritik tersebut. Sedangkan Google juga telah mengumumkan tambahan kebijakan untuk mengidentifikasi dan menghapus konten teroris atau kekerasan dalam platform berbagi video YouTube.

Selain itu, Twitter menangguhkan 376.890 akun terkait kekerasan yang mempromosikan terorisme dan akan memberikan informasi terbaru mengenai melawan konten ekstrim di platform mereka dalam Laporan Transparansi mendatang.

Diharapkan, dari kepedulian perusahaan raksasa media sosial ini mampu meminimalisir segala bentuk upaya kejahatan terorisme dan radikalisme, agar tidak menjadi bahan informasi yang kerap dicari para pelaku kejahatan ideologi, maupun lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *