8 Kepala Daerah Plus Yenny Wahid dan AHY Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian Jelang 22 Mei 2019



459 Kali di Baca

Sejumlah kepala daerah menggelar pertemuan yang diinisiasi Wali Kota Bogor, Bima Arya, di Museum Kepresidenan Balai Kirti, kompleks Istana Bogor, Rabu (15/5/2019).

Adapun yang hadir yakni, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Wagub Jatim Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Walikota Tangerang Airin Rachmi Diany, dan Walikota Bogor Bima Arya.

Selain itu turut hadir Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid dan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute AHY.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bisa hadir karena kesibukannya.

Silaturahmi beberapa kepala daerah dan tokoh nasional menghasilkan kesepakatan untuk menjaga perdamaian sampai penetapan hasil pemilu. Mereka berkomitmen untuk meminimalkan kemungkinan konflik dan perpecahan.

“Kami semua hari ini dipersatukan oleh satu hal yang penting, kita cinta Indonesia dan kita cinta perdamaian. Kita ingin Indonesia damai. Seluruh pembicaraan tadi diwarnai energi yang sangat positif dan optimistis bangun Indonesia dengan damai, cara kebersamaan dengan bangun komunikasi,” tutur Bima kepada wartawan.

“Dua sahabat, yang pertama Anies Baswedan yang saat terakhir ada acara Pemprov Jakarta sehingga titip salam. Dan satu lagi Pak Ilham Habibie, dan sangat antusias dan insyaallah akan bergabung di kesempatan selanjutnya,” ujar Bima.

Pertemuan itu juga menyoroti riuhnya tudingan kecurangan yang dikumandangkan oleh kubu PRabowo-Sandi. Meski demikian, mereka akan menyerahkan soal Pemilu 2019 kepada lembaga berwenang, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Kita diskusi kondisi Tanah Air pascapilpres. Semangat kita sama. Bagaimana agar proses yang ada kita hormati kita berikan tempat pada koridor hukum, sembari komunikasi satu sama lain pererat silaturahmi,” kata Bima.

Para kepala daerah mengajak masyarakat menghormati hukum dan konstitusi. Mereka juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan mencegah perpecahan.

“Selama hari menjelang 22 Mei, terus kokohkan kebersamaan, minimalkan ruang timbulkan perpecahan. Kita sepakat, mari berikan ruang terhormat pada proses hukum. Kita menunggu proses berjalan sesuai konstitusi sehingga 22 Mei kita hormati sebagai proses konstitusi kalau ada yang berbeda harus serahkan ke proses hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Bima.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *