94% Gambir Indonesia Diekspor ke India

94% Gambir Indonesia Diekspor ke India
54 Views

Diretur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, mengatakan 80 % produksi dan pasar ekspor gambir dunia berasal dari
Indonesia. Bahkan volume dan nilai ekspor gambir Indonesia dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan.

Itu artinya, Indonesia merupakan negara pengekspor gambir terbesar di dunia.

Secara umum negara tujuan ekspor gambir Indonesia didominasi oleh India, diikuti dengan negara tujuan lain seperti Jepang, India,
Pakistan, Philipina, Bangladesh, Malaysia dan beberapa negara di Eropa.

“Berdasarkan data BPS yang diolah Ditjen Perkebunan,Tahun 2018 ekspor Gambir Indonesia sebesar 18 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai
USD 55 juta. Lebih dari 94% gambir Indonesia diekspor ke India yang digunakan untuk Industri farmasi, astringent lotion dan zat
penyamakan kulit” kata Kasdi.

Lebih lanjut Kasdi, berbagai olahan dan diversifikaasi Gambir mampu meningkatkan nilai tambah yang dapat mendongkrak pendapatan petani.
Bagi sebagian orang, gambir identik sebagai bahan pelengkap kunyahan campuran sirih dan kapur hasil pembakaran cangkang kerang. Namun,
gambir menjadi bahan baku bagi kalangan industri farmasi, tekstil, pangan, kosmetik, dan sebagainya.

Ia pun menjelaskan prospek pengembangan gambir sebagai komoditas ekspor masih sangat terbuka. Pasalnya Permintaan gambir di India
semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan ia menguraikan dalam 5 tahun terakhir volume permintaan gambir Indonesia berada pada
kisaran 13-14 ribu ton per tahun.

Secara umum, pengembangan tanaman Gambir masih sangat terbuka luas. Kasdi mengungkapkan, di India sendiri sebagian besar gambir
digunakan sebagai pengganti katha yang diekstrak dari kayu Khair (Acacia cathecu) dan digunakan dalam industri Pan Masala dan Gutkha
yang merupakan produk konsumsi dengan cara dikunyah dan memiliki efek stimulan.

“Saat ini India membatasi penebangan pohon Khair sebagai upaya konservasi hutan, tanaman gambir memiliki peluang untuk menggantikan
pohon tersebut, karena memiliki kemiripan secara karakteristik, tetapi memiliki kandungan fisikokimia (catechins) yang lebih besar
daripada khair,” ujar Kasdi.

Kasdi mengatakan, dippers Indonesia seperti Sumatra Barat merupakan daerah penghasil Gambir terbesar, utamanya Kabupaten 50 Kota yang
berkontribusi 50% lebih dari produksi gambir nasional, kedepan diharapkan produksi dan kualitas gambir Indonesia dapat terus meningkat,
selain aspek kontinuitas, yang terpenting adalah memperbaiki aspek kualitasnya terutama kualitas untuk kepentingan industry farmasi dan
penyamakan kulit.

Kasdi menjelaskan ketersediaan benih unggul merupakan faktor penentu untuk meningkatkan produksi dan kualitas komoditas perkebunan yang
berdaya saing. Dalam konteks budidaya Gambir, ketersediaan benih unggul merupakan salah satu kendala yang banyak dihadapi petani saat
ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *