Agar Bisa Pulang ke Indonesia Rizieq Butuh 7 Juta Umat 212 Patungan



93 Kali di Baca

Tak sedikit tudingan terhadap pemerintah yang seakan mencekal Rizieq pulang selalu mewarnai pemberitaan di media sosial khususnya para pendukungnya. Dari sekian alasan Rizieq tak pulang-pulang ternyata ini yang paling benar. Ternyata pentolan FPI ini terkena denda dari pemerintahan Arab Saudi karena over stay alias ijin tinggal melebihi batas. Inilah faktor yang menjadi kendala untuk Rizieq bisa kembali ke Indonesia.

“Ya, bayar denda overstay satu orang Rp 110 juta. Kalau lima orang tinggal, kalikan saja,” kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Karena denda itu lah maka berbagai fitnah dan ujaran kebencian disemburkan kearah pemerintah bahkan pemerintah pun didesak untuk membayarnya. Yang salah siapa yang harus nanggung kok pemerintah?

malang betul nasib Rizieq. Sudah tersandung kasus hukum yang belum juga ia jalani prosesnya sekarang dirinya harus menerima siksaan batin karena harus menanggung denda sebesar RP 550 juta.

Denda ini harus dibayar oleh Rizieq sendiri, dan bukan tanggungan pemerintah. Rizieq juga harus bersih dari kasus hukum di Arab Saudi, untuk bisa balik ke Indonesia. Sebab, jika membayar denda, tetapi seseorang masih terkendala kasus hukum, sama saja tidak akan bisa keluar dari Arab Saudi.

Kalau memang tidak mau membayar, kenapa tidak minta tolong kepada 7 juta umat 212 untuk patungan?

Coba saja dikalkulasi misalnya 1 orang cukup menyumbang 100 perak, maka akan terkumpul Rp 700 juta, lebih dari cukup untuk membayar denda dan tiket pesawat kelas bisnis.

Namun masalahnya kemana 7 juta yang diklaim sebagai umatnya tersebut. Junjungannya lagi kesusahan, dibiarin aja. Kasihan betul Rizieq tak ada yang membantunya. Bahkan Prabowo yang berencana akan menjemputnya sampai saat ini tidak juga tiba.

Seperti diketahui Rizieq Shihab pergi sendiri, dan kabur tanpa pemberitahuan, alasannya umroh dan jadi tamu istimewa Raja Arab Saudi.

Seharusnya jika ia tamu istimewa, kenapa kena denda? Aneh! Masa pulang harus dijemput? Emang situ siapa?

Jika ditanya kepada masyarakat Indonesia kemungkinan tidak akan rela kalau negara mengeluarkan duit untuk membayarkan dendanya itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *