Alumni UI : Demi Indonesia, Jokowi-Amin satu periode lagi



119 Kali di Baca

Calon presiden petahana no urut 01 Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat dukungan dan semakin meluas. Kali ini ribuan orang Alumni UI, Membentuk Relawan mendukung Orang Baik di Pilpres 2019, acara Deklarasi ini diketuai oleh Fadjar Soeharto dari Alumni FT – UI.

Deklarasi dukungan dilaksanakan pada Sabtu (12/1) pukul 15.00 WIB di Plaza Tenggara, Kompleks GBK, Senayan Jakarta dan dihadiri langsung oleh Jokowi.

Hal tersebut disambut baik oleh Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi, karena capres Jokowi akan mendapat dukungan dari kelompok alumni Universitas Indonesia (UI) dan alumni perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Budi Arie Setiadi juga mengatakan, hampir seluruh alumni perguruan tinggi di seluruh Indonesia mulai dari UGM, ITS, ITB, IPB, UNS, Unair, Undip, Universitas Padjajaran, Parahiyangan, Trisakti, Atmajaya dan berbagai perguruan tinggi lainnya bergabung memeriahkan acara itu.

Projo pun mengapresiasi deklarasi yang menambah dukungan untuk Jokowi ini. Menurutnya, UI selama ini punya peran penting dalam berbagai momentum di Indonesia.

“Sebagai mantan aktivis mahasiswa UI, kami sangat mendukung penuh Deklarasi Alumni UI for Jokowi. Gerakan ini membuktikan kaum cerdas dan terdidik sangat peduli pada kemajuan bangsa. Kami menilai Jokowi orang baik dan harapan rakyat hanya ada di Jokowi lagi,” pungkasnya.

Dalam acara itu pembacaan deklarasi dukungan dinyatakan dan dibacakan oleh Musisi Lala Karmela yang mendapat kepercayaan untuk membacakan naskah deklarasi dukungan dari alumni Universitas Indonesia dan simpatisan untuk Capres-Cawapres Joko Widodo-Maruf Amin.

Lala Karmela yang berusia 34 tahun ini menyatakan, sungguh luar biasa mendapat kepercayaan untuk membacakan naskah deklarasi di hadapan para alumni dan para senior.

Naskah deklarasi yang dibacakan Mela Karmela adalah,

Deklarasi Alumni Universitas Indonesia dan simpatisan untuk Jokowi-Amin:

Kami, alumni Universitas Indonesia dan semua yang hadir di sini. Pada hari ini, percaya bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang dapat memperjuangkan rakyatnya, agar dapat hidup lebih sejahtera, damai, dan bermartabat.

Kami melihat Indonesia mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang berkat kerja keras dan perjuangan di bawah pimpinan Joko Widodo.

Demi Indonesia, kami alumni Universitas Indonesia dan semua yang hadir di sini bersatu menyatakan dukungan kami terhadap pasangan nomor urut 01 calon Presiden dan calon Wakil Presiden RI periode 2019-2024, Jokowi-Amin.

“Demi Indonesia, Jokowi-Amin satu periode lagi,” katanya.

Sementara itu Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Arief B. Hardono menyatakan menghormati hak pribadi para alumni UI untuk mendukung pasangan calon presiden tertentu dalam pemilihan presiden, termasuk deklarasi dukungan alumni Universitas Indonesia (UI) untuk Jokowi – Ma’ruf Amin tersebut.

Dikutip dari tempo syaratnya, ujar dia, tidak mengatasnamakan Lembaga Universitas Indonesia dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia serta harus sesuai Statuta Universitas Indonesia.

“Saya minta juga tidak ada yang membawa makara atau logo UI dan semacamnya dalam acara itu,” ujar Arief saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 13 Januari 2019.

Arief mengaku diundang hadir ke acara itu, namun dia memilih tidak hadir. “Saya dulu diundang saat deklarasi dukungan untuk paslon 02 juga tidak hadir, sekarang juga tidak. Demi menjaga netralitas.”

Dikalangan pendukung Prabowo-Sandi beredar surat somasi dari Iluni terkait adanya poster deklarasi yang mencatut nama ILUNI. Seperti diketahui pada Desember 2018, Iluni UI memprotes poster deklarasi dukungan yang menyebar dengan menggunakan nama ikatan Alumni Universitas Indonesia dan logo UI. Dalam poster itu juga ada foto Ketua Iluni UI Arief Budhy Hardono dan beberapa orang berjaket kuning.

Iluni UI mensomasi pihak yang membuat dan menyebarkan poster deklarasi dukungan Iluni UI untuk Jokowi dan Ma’ruf Amin. Alasannya, Iluni UI menganggap poster itu telah mencatut lembaganya. “Yang kami somasi adalah penyalahgunaan nama dan foto atas nama Iluni UI yang digunakan untuk dukungan kepada kontestan tertentu,” kata Ketua Umum Iluni UI, Arief Budhy Hardono dihubungi Sabtu, 15 Desember 2018.

Usaha-usaha mengdiskreditkan deklarasi alumni UI juga berupa video wawancara kepada peserta acara yang hanya menanyakan asal dari peserta yang salah satunya disebutkan dari cibitung, tanpa berusaha menggali lebih dalam angkatan tahun berapa, jurusan apa dan lain lain.

Video yang beredar ini tentu menunjukkan pendukung Prabowo-Sandi begitu gentar terhadap aliran deras dukungan dan keyakinan para intelektual Indonesia kepada orang baik Jokowi untuk meneruskan kepemimpinannya.