Awas Artikel Provokasi Eks Wartawan BBC Asyari Usman Belakangnya PKS

47 Views

Belakangan banyak orang cerdas mengatakan jika apa yang disampaikan Habib Rizieq Shihab adalah suara yang mewakili seluruh umat Islam. Sebuah pandangan keliru jika hal itu disampaikan.

Diberbagai situs-situs dari mulai jelas hingga gak kelihatan pun demikian meberitakannya. Bahkan adapula dari kalangan wartawan maupun yang mengaku pernah menjadi wartawan yang notabene cenderung menuliskan hal provokatif dan menggiring opini serta mengajak masyarakat untuk melawan pemerintah dengan berbagai cara.

Salah satunya dengan mengaitkan Parpol pendukung pemerintah. Hal inilah yang dituliskan mantan wartawan senior BBC, Asyari Usman yang membuat artikel “Untuk Saudaraku, Warga PDIP”.

Masyarakat harus benar-benar teliti dan bijak dalam menyikapi atikel provokatif dan tidak berimbang untuk mengadu domba antara pemerintah dengan umat Islam.

Sebagai mantan wartawan senior BBC seharusnya dirinya dapat bersikap netral dan menghasilkan tulisan yang sesuai dengan prinsip jurnalistik, bukan justru tulisan yang memecah belah bangsa.

Dalam tulisannya Asyari mencoba mengurai pertanyaan kepada PDIP tentang apa yang dipikirkan mengenai Pentolan FPI itu. Asyari seolah khawatir dan mengatakan bahwa PDIP keliru tentang umat Islam.

Ia mengklaim bahwa HRS dan gerakan FPI yang berkaitan dengan aksi-aksi damai belakangan ini mendapatkan sambutan langsung atau tidak langsung dari semua komponen umat Islam secara luas.

Namun kenyataannya sikap Rizieq Shihab dan FPI jelas tidak merepresentasikan umat Islam di Indonesia. FPI dan Rizieq Shihab justru menimbulkan persepsi yang buruk terhadap Islam yang seharusnya penuh damai, bukan sikap bermusuhan yang tidak toleran.

Kasus hukum Rizieq Shihab yang saat ini masih terus berjalan merupakan kasus kriminal murni, tidak ada hubungannya dengan politik apalagi dihubungkan dengan Pilpres 2019.

Kasus hukum yang menjerat Pemimpin Front Pembela Islam sehingga dirinya dijadikan tersangka kasus pornografi oleh Polda Metro Jaya merupakan kasus yang terbukti secara nyata dan valid secara kriminal.

Indonesia sebagai negara hukum sedah tepat mengedepankan hukum kepada siapapun tanpa tebang pilih termasuk kepada Rizieq Shihab. Jika memang dimiliki bukti yang kuat maka Polda Metro Jaya langsung menetapkan tersangka termasuk dalam kasus pronografi yang dilakukan oleh Rizieq Shihab.

Pemerintah dan pihak kepolisian selalu mengedepankan hukum sebagai panglima di negeri ini dan hal itu sudah tepat karena sesuai dengan konstitusi yang berlaku di Indonesia.

Jika ada yang mencoba memprovokasi dengan tulisan-tulisan yang mencoba mengaitkan penetapan tersangka Rizieq Shihab dengan politik, sangatlah tidak tepat dan tidak ada hubungannya sama sekali.

Seperti halnya tulisan seorang eks wartawan BBC Asyari Usman. Asyari Usman memang kerap kali menulis yang mendeskriditkan kebijakan pemerintah apalagi Asyari Usman juga kerap kali mengikuti dan mengisi acara-acara PKS yang notabene merupakan oposisi pemerintah.

Proyeksi Asyari Usman terlalu kejauhan dengan mengaitkan kasus kriminal murni Rizieq Shihab dengan Pilpres 2019.

Masyarakat jangan sampai mudah terprovokasi dengan tulisan yang mengarah memutar balikan fakta dengan cara mencari simpatik masyarakat melalui isu kriminalisasi ulama, hal tersebut jelas tidak ada kaitannya karena kasus Rizieq Shihab merupakan kasus kriminalitas murni tidak ada yang yang mengintervensi atau mempolitisasi.

Oleh sebab itu siapapun kita sebagai warga negara Indonesia yang baik dan cerdas dapat menilai dengan obyektif jangan mudah terprovokasi dengan mengatasnamakan agama maupun ulama.

sebagai warga negara Indonesia kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Seperti kita ketahui ada tahapan hukum di Indonesia, jika terbukti bersalah akan di putuskan melalui pengadilan tanpa intervensi manapun.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *