Banyak kadernya Terlibat Narkoba, Semakin Mencoreng Muka Partai Gerindra



23 Kali di Baca

Wartakota – Tertangkapnya Caleg DPRD Kota Semarang dari Gerindra, Arsha Bahra Putra telah menunjukkan kepada publik bahwa Partai Gerindra selama ini gagal dalam membina dan melakukan pemilihan para kader terbaiknya. Karena hal ini akan semakin merusak citra partai yang sebentar lagi akan menghadapi Pemilu serentak 2019.

Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Semarang dari Partai Gerindra, Arsa Bahra Putra (24) ditangkap polisi, saat menggelar pesta sabu di sebuah rumah di Jalan Sedayu Indah, Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Semarang.

Dia digerebek petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang pada Minggu (6/1/2019) malam. Arsa tercatat sebagai caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil 1) nomor urut 2 yang meliputi Semarang Utara, Semarang Tengah, dan Semarang Timur.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti sabu seberat 0,5 gram beserta alat isapnya. Selain mengamankan Arsa Bahra Putra, polisi juga menangkap Agus (40) yang merupakan tuan rumah tempat penggerebekan terjadi.

Berdasarkan informasi, rumah Agus ini dijadikan sebagai posko pemenangan Arsa Bahra Putra sebagai Caleg DPRD Kota Semarang. Sejumlah relawan juga biasa berkumpul untuk konsolidasi dan mengatur strategi menuju Pileg 2019.

“Masih kami periksa. Detailnya nanti tunggu hasil pemeriksaan,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji kepada awak media, Selasa (8/1/2019).

Beberapa kader Gerindra juga banyak terjerat narkoba salah satunya Emak-emak Caleg Gerindra tertangkap basah saat memakai dan bertransaksi sabu di sebuah rumah kontrakan di Lintau Buo Utara, Tanah Datar, Sumatera Barat.  Sri Kartika Dewi adalah Caleg Gerindra No urut 1 di Tanah Datar.

Polisi menyita dua paket sabu yang disembunyikan di dalam telepon genggam Kartika.  Penangkapan Emak-emak caleg Gerindra ini bermula dari informasi masyarakat adanya transaksi narkoba di dalam rumah kontrakan tersebut.

Saat penyergapan,polisi juga menangkap  Awe dan Budi  bandar narkoba yang telah menjadi target operasi polisi.Petugas berhasil mengamankan satu paket sedang dan satu paket kecil narkoba jenis sabu yang disembunyikan didalam hanphone tersangka. Ketiganya blangsung digelandang ke mapolresta tanah datar untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Selain melanjutkan proses hukum tersangka, polisi juga akan mendatangi kantor KPU dan Bawaslu setempat terkait adanya pelanggaran kode etik dari salah satu caleg yang tertangkap menggunakan narkoba.

Kapolres Tanah Datar AKBP Bayu Aji menjelaskan, para tersagka diancamhukuman minimal 5 tahun penjara atau hukuman mati.

Waduuuh, Jadi Caleg bisa gagal, Jadi Tersangka Pasti….

Dan yang paling mengejutkan tentu saja saat Wakil Ketua DPRD Bali dari Gerindra, Jro Gede Komang Swastika menjadi tersangka pengedaran narkoba.

Mantan Wakil Ketua DPRD Bali, Jro Gede Komang Swastika alias Jro Jangol dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU selama 15 tahun penjara.

“Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara,” kata hakim ketua Ida Ayu Nyoman Adanya Dewi dalam membacakan putusan di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (7/6/2018).

Mendengar vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim, Jro Jangol langsung menerima. Ia juga tidak menemui dan konsultasi dengan kuasa hukumnya.

“Diterima Yang Mulia. Saya menerima,” ucap Jro Jangol dua kali, sesaat hakim ketua membacakan vonis.

Sementara itu Makmur, Kepala Desa Papandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dilaporkan ke Bawaslu karena diduga melakukan pelanggaran pemilu. Dia dilaporkan setelah diduga membagi-bagikan selembar sarung, kalender dan foto caleg DPR RI kepada warganya di kantor desa setempat.

Kasus dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan kepala desa dengan mengampanyekan salah satu caleg DPR RI yang juga merupakan istri Gubernur Sulbar, Andi Ruskati Ali Baal Masdar, ini berawal dari beredarnya sebuah video rekaman berdurasi 3 menit di media sosial.

Dalam video rekaman tersebut, warga berebut sarung di Kantor Desa Pappadangan Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kamis (4/1/2019) lalu. Dalam rekaman video tersebut, diduga diselipkan stiker dan kalender yang bergambar salah seorang Caleg Andi Ruskati Ali Baal yang tak lain merupakan istri dari Gubernur Sulawesi Barat.

Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak Panwas Kecamatan setempat. Setelah menelusuri, Panwascam kemudian meneruskan laporan ini ke Bawaslu Kabupaten.

Kasus ini telah ditangani oleh tim sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Polewali Mandar.