Begini Cara Novel Melindungi Anies Kalau Gak Ada Dewan Pengawas

Begini Cara Novel Melindungi Anies Kalau Gak Ada Dewan Pengawas
2,492 Views

Aroma tak sedap di tubuh KPK mulai tercium lagi. Ada bau-bau “Komisi Tebang Pilih” di tubuh KPK. Ada orang-orang yang sepertinya tidak ingin kasus Anies Baswedan diangkat.

Tapi sayangnya rekam jejak sudah tidak bisa dihilangkan.

Di KPK yang kuat bukan ketuanya, tapi para polisi Taliban dan polisi India. Selama ini kita mendapatkan informasi dan berita bahwa Polisi Taliban lebih berbahaya dari Polisi India.

Pembelaan Novel terhadap Anies Baswedan menunjukkan besarnya konflik kepentingan di internal KPK dalam mengusut kasus korupsi. Anies Baswedan saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan banyak membuat program tidak jelas dengan anggaran besar, begitu juga saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta menghabiskan anggaran Pemprov tanpa alokasi yang bermanfaat bagi masyarakat, namun tidak pernah diusut dan diselidiki karena Novel Baswedan siap berjibaku melindungi saudaranya.

“Kalau Pak Anies kan, enggak ada masalah. Tidak pernah ada penyelidikan terkait Pak Anies. Saya ketemu Pak Anies sebagai saudara,” kata Novel.

Klarifikasi Novel itu terkait viralnya foto dengan narasi ‘Novel Baswedan mengamankan kasus Anies Baswedan’. Foto tersebut lantas diklarifikasi oleh Novel. Novel kemudian berbicara mengenai pelaporan-pelaporan di KPK.

Novel Bawedan dan Anies Baswedan saling melindungi. Duo Baswedan licik, jahat dan berbahaya. Mereka Menggunakan kekuasaannya untuk saling melindungi dan berkuasa, sehingga KPK sangat perlu dievaluasi kinerjanya.

Dewan pengawas itu peerlu karena kalu tidak KPK akan selalu menjadi komisi yang tebang pilih terhadap kasus-kasus korupsi.

Sedikit ganjil. Laporan dugaan tindak pidana korupsi Anies Baswedan sudah diterima KPK. Itu artinya Anies ada masalah di KPK entah kasus itu tidak diproses atau diproses. Kalau diproses, tentu hasilnya akan ada berupa pernyataan bahwa pelaporan itu tidak bisa dilanjutkan karena tidak memenuhi bukti yang cukup. Nyatanya pelapor tidak mengetahui apa-apa. Pelaporan terhadap Anies menguap begitu saja. Tidak ada penjelasan sekalipun pelapornya sudah menuntut hasil dari laporannya.

Bantahan Novel atas laporan tindak pidana korupsi Anies menjadi bukti bahwa KPK memliki kekuasaan dan berhak menyatakan suatu kasus itu merupakan masalah atau bukan tanpa ada penjelasan.

Semakin jelas siapa tikus perusak di dalam KPK sehingga keberadaan Dewan Pengawas memang sangat diperlukan untuk menjauhkan kinerja KPK dari konflik kepentingan.

Mungkin ini yang harus dipertahankan, sesama Baswedan harus saling melindungi, membantu dan bersatu. Urusan korupsi Anies Baswedan selesai karena ada Novel di dalam KPK.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *