Benny Wenda Tak Punya Hak Mengatur NKRI dan Tanah Papua

Benny Wenda Tak Punya Hak Mengatur NKRI dan Tanah Papua
821 Views

Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua, Benny Wenda sudah seharusnya mengambil langkah langkah muka malu. Pasalnya orang asli Papua mengaku tak mengenal sosok Benny Wenda yang belakangan namanya mencuat karena terlibat dalam aksi anarkis di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat.

Abisai Rollo yang merupakan perwakilan tokoh Papua, mengaku tidak mengenal tokoh separatis tersebut. Ia mengatakan mengetahui dari pemberitaan media massa, bahwa Benny Wenda merupakan warga negara asing.

Saya asli Kota Jayapura, dan kita Indonesia. Kita NKRI harga mati. Untuk sosok Benny Wenda, saya sendiri tidak pernah mengenal beliau,” kata Abisai usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/9).

Karena itu kata dia menegaskan bahwa Benny tak punya hak untuk mengatur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Tanah Papua. Ia menegaskan bahwa Papua bagian dari wilayah Indonesia.

Sehingga beliau tidak punya hak untuk mengatur NKRI dan tidak punya hak untuk mengatur tanah Papua. Karena tanah Papua bagian dari NKRI,” tegas dia.

Abisai yang menjadi ketua rombongan perwakilan tokoh Papua dan Papua Barat saat bertemu Jokowi mengatakan, bahwa di seluruh wilayah Papua tak ada bendera lain, selain bendera Merah Putih. Ia menyatakan bendera Merah Putih dikibarkan dari pantai sampai wilayah pegunungan di Bumi Cenderawasih.

Bendera Merah Putih itu dikibarkan dari ombak putih-putih sampai gunung biru biru. Tidak ada bendera yang lain. Hanya satu bendera, bendera sang saka Merah Putih,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan aksi anarkis di Jayapura yang terjadi pada Kamis 29 Agustus 2019 sengaja diciptakan untuk agenda rapat komisi HAM PBB di Jenewa yang digelar pada 9 September 2019.

Tito menyebut, aktor di balik aksi ini adalah kelompok United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), serta melibatkan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Benny Wenda dan kelompoknya bermain dalam rusuh di Papua. Mereka sengaja mengejar konflik ini dalam rangka rapat komisi HAM di Jenewa. Nantinya, kelompok perusuh ini akan bersuara di Papua rusuh terjadi,” kata Tito di RS Bhayangkara Kota Jayapura, Kamis (5/9/2019), usai menjenguk polisi korban kerusuhan di Deiyai.

Sementara Menko Polhukam Wiranto mengatakan, pihaknya mempunyai bukti konspirasi yang dilakukan Ketua Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda, untuk membuat panas suasana di Papua dan Papua Barat.

Ada, ada buktinya. Tapi kan pemerintah tidak semua informasi untuk kepentingan operasional tidak disampaikan ke publik,” ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *