Dekat Hari Pencoblosan Koalisi Prabowo-Sandi Makin Rapuh



305 Kali di Baca

Keberuntungan memang tidak akan pernah berpihak kepada capres Prabowo Subianto yang sejak pemilihan presiden langsung sudah mengincar RI 1. Dalam debat terakhir pilpres 2019 tanggal 13 April 2019 lalu, Prabowo justru mementahkan dukungan dari kawan koalisinya sendiri akibat pernyataan blundernya yang menyinggung Partai Demokrat.

Seorang kader Partai Demokrat berteriak di depan pintu masuk lobi Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, saat berlangsung debat kelima Pilpres 2019, dan berteriak-teriak di lobby hotel.

“Bilang Pak AHY (Agus Harimurti Yudhoyono, Kogasma Partai Demokrat, Red), kita keluar dari koalisi,” kata Ardy yang mengaku sebagai Sekretaris Divisi Advokasi DPP Partai Demokrat itu.

Teriakan Ardy itu terjadi tak lama setelah capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam debat menyebut persoalan ekonomi yang terjadi di Indonesia bukan kesalahan calon presiden petahana Jokowi Widodo (Jokowi), yang menjadi rivalnya. Prabowo malah mengatakan bahwa pemimpin-pemimpin sebelumnya ikut bertanggung jawab atas persoalan bangsa dan kesalahan jalan dalam mengelola bangsa.

Dalam debat pamungkas di Hotel Sultan Jakarta itu, Prabowo menyebut orientasi ekonomi Indonesia telah salah arah. Prabowo juga menyinggung soal deindustrialisasi. Meski begitu, Prabowo berujar tak ingin menyalahkan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi atas kondisi yang demikian. Prabowo mengatakan kondisi itu tak lepas dari andil presiden-presiden sebelum Jokowi.

“Saya tidak menyalahkan Bapak. Ini kesalahan besar, kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Bener, itu pendapat saya,” kata Prabowo.

Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat, Rachland Nashidik, termasuk orang yang mempertanyakan pernyataan Prabowo. “Pak Prabowo sebenarnya sedang berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?” ujar Rachladn dalam Twitter pribadinya, saat debat masih berlangsung, Sabtu, 13 April 2019.

Sikap tegas lainnya kemudian keluar dari AHY yang walau tidak jelas menyesalkan pernyataan Prabowo namun tetap menghimbau agar para pemimpin masa depan tetap menghargai dan mengapresiasi kerja pemimpin terdahulu.

Direktur Eksekutif Suren, Dion SRN. Dia menilai statement Prabowo di debat sangat lucu, bagaimana tidak Partai Demokrat sebagai partai koalisi, justru mendapat serangan brutal.

“Prabowo ini lucu, apakah dia pikun sampai harus menyerang presiden sebelumnya yang notabene ada SBY sebagai mantan Presiden sekligus tokoh Partai Demokrat,” Kata Dion SRN dalam keterangan persnya, Minggu (14/3/2019).

Harusnya Partai Demokrat kata Dion menyadari kritikan Prabowo di debat terkahir itu. Harus ada protes keras Partai Demokrat kepada Prabowo. “Kalau saya adalah kader Demokrat, saya pasti protes dan meminta Demokrat menarik diri dari koalisi 02,” Ujarnya.

Dion mengimbau kepada seluruh relawan 01 untuk tetap solid. Disisa waktu 2 hari ini, para relawan harus tetap fokus menjaga kekompakan demi memenangkan pak Jokowi.

Dion menambahkan seyogyanya rakyat atau kawan-kawan milenial yang masih abu-abu harus melihat selama ini capres mana yang suka menjelekan orang lain. Seperti orang Boyolali kere sampai merendahkan TNI dan kalimat Ndasmu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *