Demi Amankan Rp 7.000 Triliun di Swiss, Jokowi Ingin Disingkirkan



342 Kali di Baca

Mengapa Jokowi mesti disingkirkan? Ini sebabnya. Jokowi akan menyita Rp 7.000 triliun lebih dari hasil kejahatan yang disimpan di Swiss. Jangan heran jika kemudian ada yang ngotot 2019 Ganti Presiden. Atau, sudah cukup, Jokowi membuat situasi makin sulit, dan menciptakan kemiskinan.

Padahal, sitaan sebesar Rp 7.000 triliun itu hendak dijadikan uang segar untuk membangun Indonesia. Pemerintahan Joko Widodo memang sangat luar biasa dalam menjalin bilateral dengan dunia. Yang dulunya dibiarkan oleh rezim sebelumnya sekarang dibongkar, diangkat dan ditarik ke Indonesia.

Swiss, negara yang menggunakan sistem tax heaven, bisa ditaklukkan seorang Jokowi berkat kecerdasannya. Pemerintah Indonesia dan Swiss sudah mengadakan perundingan ekonomi yang saling menguntungkan. Dalam perundingan tersebut, disepakati membekukan dan menyita harta para pelaku kejahatan, termasuk koruptor di kedua negara.

Sedikitnya ada 84 WNI memiliki rekening gendut di bank Swiss. Nilainya mencapai kurang lebih USD 195 miliar atau sekitar Rp 2.535 triliun (kurs Rp 13.000 per USD). Jauh di atas belanja negara dalam APBN 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun.

Menteri Luar Negeri Retno dalam pernyataan bersama dengan Menlu Burkhalter pada Maret 2017, di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, menyatakan, “Kami sepakat untuk memulai rencana negosiasi Mutual Legal Assignment (MLA). Pada April 2017 tahap pertama negosiasi MLA akan dilaksanakan dan kami sepakat untuk mendorong agar agreement MLA itu bisa ditandatangani tahun ini.”

Retno menambahkan bahwa perjanjian ini sangat penting khususnya bagi Indonesia. Sebab, dengan perjanjian ini, harta dan aset para pelaku kejahatan yang dilarikan ke Swiss bisa disita untuk negara. “Bagi Indonesia kerja sama MLA sangat penting karena persetujuan itu menjadi dasar menyita, membekukan, dan mengembalikan aset para pelaku kriminal,” imbuh Retno.

Retno melanjutkan, kerja sama ini juga menjadi sinyal bagi dunia internasional bahwa Indonesia dan Swiss memiliki komitmen kuat dalam menanggulangi kejahatan lintas negara. Selain membahas MLA, kedua Menlu membahas penguatan kerja sama bilateral dan ekonomi kedua negara, termasuk peningkatan ekspor kakao ke Swiss.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *