Dengan Islam Rahmatan Lil Alamin Tak Perlu Ada Paham Radikalisme Dan Terorisme

Dengan Islam Rahmatan Lil Alamin Tak Perlu Ada Paham Radikalisme Dan Terorisme
76 Views

Islam rahmatan lil alamin sejatinya membawa rahmat dan sejahtera. Dengan Islam rahmatan lil alamin seharusnya paham-paham kekerasan seperti radikalisme dan terorisme itu tidak perlu ada karena semuanya berlomba-lomba untuk mewujudkan kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Taljid PP Muhammadiyah, Dr. H. Hamim Ilyas, Mag, mengatakan, bahwa penjabaran Islam rahmatan lil alamin dalam Alquran itu sangat jelas sekali dimana ketika negara itu yang diidealkan adalah baladan aminan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur al Balad al amin.

“Baladan aminan artinya negara yang aman dan damai,” ujarnya, di Solo, Selasa (3/2/2019).

Ia pun menjelaskan, ketika Alquran mengidealkan negara dengan baladan aminan, sebetulnya ada pelajaran, umat Islam yaitu ketika mengidealkan negara yang dapat diwujudkan bukan negara utopia (khayalan). Lalu ungkapan yang kedua, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur yaitu ungkapan sejarah, yang didalamnya ada idea of progress, ada gagasan tentang kemajuan, sehingga ada kemajuan dalam negara yang thayyibah tadi.

Menurut Hamim, negara thayyibah itu tidak hanya sekedar negara yang adil dan makmur. “Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, baldatun thayyibatun ini merujuk ke negeri Saba, negara tidak ada lalat dan tidak ada nyamuk. Sehingga baldatun thayyibatun itu negara yang tidak ada lalat dan tidak ada nyamuknya. Itu berarti negara yang berwawasan lingkungan hidup. Yang ini ketika ungkapannya itu sejarah, maka berarti harus ada kemajuan dalam mewujudkan keadilan, kemakmuran dan wawasan lingkungan hidup tadi itu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa kebutuhan manusia itu adalah hidup baik, yang didalam Alquran disebut dengan hayah thayyibah. Yang mana hayah thayyibah itu dalam Surat An-Nahl Ayat 97 hanya bisa diperoleh dengan iman dan amal saleh.

“Sehingga Islam rahmatan lil alamin ini adalah Islam yang diwahyukan Allah, kemudian didakwahkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mewujudkan hidup baik dengan tiga indikator tadi itu. sejahtera yang sejahtera-sejahteranya, damai yang sedamai-damainya, dan bahagia yang sebahagia-bahagianya bagi Al Alamin, bagi semua makhluk Tuhan. Jadi tidak hanya bagi manusia saja, juga tidak umat Islam saja, apalagi buat segolongan saja, tapi seluruh alam semesta,” ujarnya.

Karena itu menurut dia, Islam rahmatan lil alamin ini sangat relevan dengan Pancasila yang berisi nilai-nilai dasar yang ada dalam Islam.

“Dalam Islam itu ada ketuhanan, ada kemanusiaan, ada persatuan, musyawarah juga ada, keadilan apa lagi,” jelas Hamim.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *