Dengar Keluhan Masyarakat, Maskapai Turunkan Harga Tiket

Dengar Keluhan Masyarakat, Maskapai Turunkan Harga Tiket

28 Kali di Baca

Banyaknya keluhan masyarakat akan mahalnya harga tiket pesawat untuk rute domestik atau dalam negeri memaksa Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carrier Association/INACA) perlu berbenah diri hingga akhirnya resmi mengumumkan penurunan tarif tiket pesawat.

Ketua Umum INACA, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, menyatakan bahwa keputusan tersebut berdasarkan hasil kesepakatan bersama antar beberapa pihak terkait.

“Kami mendengar keprihatinan masyarakat atas tingginya harga tiket nasional. Dan atas komitmen positif dari stakeholder, khususnya AP I, AP II, Airnav dan Pertamina,” katanya di Kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Direktur Utama Garuda Indonesia Airlines (GIA) ini mengatakan, maskapai-maskapai di Tanah Air memang tengah dalam kondisi tak menguntungkan. Namun, keputusan untuk menurunkan tarif tetap harus diambil demi kepentingan masyarakat.

“Walaupun di tengah kesulitan maskapai nasional yang ada, tapi kami lebih mendengar keluhan masyarakat atas tingginya harga tiket. Kami tidak begitu saja tidak memperdulikan,” ujarnya.

Lebih jauh kata dia, meski ada penurunan harga, namun layanan yang akan diberikan tidak mengalami perubahan. “Kalau ada penurunan harga tiket domestik ini, kita tetap akan berkomitmen tinggi menjaga safety penumpang dan terus meningkatkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan serupa, Sekjen INACA, Tengku Burhanudin mengatakan keputusan menurunkan tarif pesawat rute domestik adalah demi kepentingan nasional.

Penurunan harga tersebut, lanjutnya, tak lepas dari peranan mitra kerja maskapai yang turut memberi penyesuaian harga. Seperti Pengelola Bandara yaitu Angkasa Pura (1 dan 2), Airnav dan Pertamina selaku penyedia bahan bakar.

“Untuk kepentingan nasional. Maka bersyukur bahwa mitra kerja kami sangan mendukung untuk memberikan tarif-tarif yang tentunya untuk bisa kita dari maskapai untuk menurunkan harga tiket,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa tarif pesawat rute domestik mengalami penurunan cukup signifikan. Misalnya rute Banda Aceh – Jakarta semula Rp 3,2 juta sekarang hanya menjadi Rp 1,6 juta saja untuk maskapai Garuda Indonesia.

“Kalau Batik Air harga tiket pesawat Rp 2,8 juta akan menjualnya Rp 1,5 juta. Juga rute Jakarta- Jayapura misalnya tadinya dikeluhkan sampai Rp 5,4 juta sekarang menjadi lebih kurang Rp 3 juta,” tutupnya.

Moda transportasi udara merupakan salah satu penopang denyut nadi perekonomian dan seharusnya bisa memberikan pelayanan maksimal kepada rakyat. Hal inilah yang terus diutamakan Presiden Joko Widodo yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat.

Jadi sudah seharusnya penerbangan mengutamakan hal yang sama guna mendukung transportasi murah agar masyarakat tidak beralih ke penerbangan luar negeri dan itu akan lebih memalukan.