Diguyur Hujan, Djarot Pantau Kerja Bakti di Cililitan



10 Kali di Baca

wartakota.co| Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memantau langsung kerja bakti di saluran penghubung (Phb) Cililitan Besar di Jalan PLK II, RW 01, Makasar, Jakarta, hari ini (19/2/2017).

Dengan jaket biru baju putih, Djarot menyusuri jalan di saluran penghubung yang punya lebar sekitar 5 meter dengan dalam hingga 2 meter tersebut. Djarot terlihat berjalan sambil dipayungi di tengah hujan.

Dirinya menyapa para pekerja Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang terjun ke kali melakukan pembersihan. Ia sempat memantau petugas dan warga membersihkan sedimentasi di pinggiran Phb Cililitan Besar.

Lumpur sedimentasi itu digali dengan cangkul, dimasukan ke karung, lalu diangkut dengan truk Dinas SDA DKI. Djarot mengatakan, kerja bakti ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap minggu di Jakarta.

“Jadi setiap minggu itu selalu ada kerja bakti di wilayah,” kata Djarot.

Dirinya mengatakan, kerja bakti setiap minggu itu utamanya memang menyasar saluran-saluran air.

“Utamanya untuk membersihkan saluran-saluran air sehingga bisa bebas banjir,” ujar Djarot.

Namun, kegiatan kerja bakti yang dimulai sekitar pukul 07.30 itu berhenti pukul 09.00. Pasalnya, hujan semakin lebat dan permukaan air di saluran Phb itu perlahan naik.

Petugas akhirnya hanya menyelesaikan sisa pekerjaan dengan memindahkan karung berisi sedimen dari Phb tersebut ke atas truk.

Djarot juga meminta langsung agar kerja bakti itu dihentikan karena hujan. Ia tak mau petugas dan warga jatuh sakit karena hujan. Ia menyarankan perkerjaan dilanjutkan di rumah-rumah warga saja.

“Meskipun hujan deras tetap kerja bakti. Hujan begini kerja bakti di rumah, sapu, pel, enggak usah keluar. Kalau dipaksakan habis kerja bakti, nanti sakit,” ujar Djarot.

Sebelumnya, Lurah Makasar Sumadi mengatakan, pembersihan saluran Phb Cililitan Besar itu dilakukan sepanjang 1 kilometer di RW 01 sampai RW 03 setempat.

“Kurang lebih 500 orang yang terlibat,” kata Sumadi.

Sumadi mengatakan, ada tujuh titik sedimentasi yang dibersihkan di salurah Phb ini. Yang paling parah yang ada di tikungan-tikungan salurah Phb. (KP)