Din Syamsuddin Sebut Hubungan Islam dan Pancasila sangat Erat



50 Kali di Baca

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban, Din Syamsuddin mengatakan, tidak ada pertentangan antara Islam dan Pancasila. Sebab keduanya saling melengkapi dan mewarnai corak Pancasila yang khas.

Din menegaskan, bahwa Islam dan Pancasila berelasi secara selaras dan memiliki hubungan yang sangat erat.

“Pancasila itu upaya mengkristalisasi nilai-nilai Islam atau yang disebut ideologisasi Islam,” katanya dalam Seminar Kebangsaan bertema Hubungan Islam dan Pancasila di Gedung Teja Buana, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/17).

Ia menjelaskan, dari sisi historis, Pancasila lahir dari Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang di dalamnya juga banyak tokoh-tokoh Islam.

Presiden RI pertama Soekarno misalnya. Din mengatakan bahwa Soekarno dikenal memiliki pemikiran politik dunia. Bahkan Soekarno mempelajari para tokoh yang punya pandangan keagamaan yang kuat. Menurut Din hal itu setidaknya bisa menjadi salah satiu indikator pengaruh Islam.

“Itu paling tidak bisa jadi satu indikator pengaruh Islam, pengaruh founding father sangat tersedia. Oleh karena itu, hubungan Islam dengan Pancasila sangat baik,” ungkapnya.

Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, dasar negara Republik Indonesia, dan sebagai ideologi nasional. Seluruh warga negara kesatuan Republik Indonesia sudah seharusnya mengetahui, mempelajari, mendalami serta mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari–hari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Yang paling penting kita sebagai warga negara Indonesia seharusnya bangga terhadap bangsa sendiri. Dengan merealisasikan sebuah teori atau pengertian dari pancasila tersebut. Sehingga adanya penerapan Pancasila oleh diri kita di dalam masyarakat, bangsa dan negara, kita dapat mengetahui hal–hal yang sebelumnya tidak kita ketahui.

Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia.

Presiden Jokowi seblumnya mengatakan bahwa betapa pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sehingga harus selalu dirawat.

“Indonesia adalah negara besar. Kita ini negara majemuk, tapi kita kokoh bersatu karena kita punya Pancasila. Pancasila adalah rumah kita, melandasi langkah-langkah kita dalam kehidupan berbangsa bernegara,” ungkap Jokowi di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, (9/12).