Dukungan HMI Terkait Program Satu Juta Petani Milenial yang Menjanjikan Bagi Masa Depan

Dukungan HMI Terkait Program Satu Juta Petani Milenial yang Menjanjikan Bagi Masa Depan

124 Kali di Baca

Ketua Bidang Pertanian dan Kelautan Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Zaenal Arif mengatakan, upaya Kementan mencetak para petani milenial relevan untuk diterapkan. Ini mengingat gencarnya transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern yang digagas Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Adapun target Kementerian Pertanian (Kementan) mencetak satu juta petani milenial mendapatkan dukungan dari kalangan mahasiswa. Hal ini agar lebih banyak generasi muda Indonesia yang mau terjun ke sektor pertanian.

“HMI mendukung terobosan (program) Satu Juta Petani Milenial yang digagas Kementan. Memang selama ini PR (Pekerjaan Rumah) kita kan hanya soal SDM (sumber daya manusia) saja yang sangat rendah. Artinya akses keinginan untuk memanfaatkan teknologi itu kurang. Makanya perlu anak-anak muda untuk mendobraknya,” ujarnya di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Untuk membangkitkan semangat ini, lanjut Zainal mengatakan pemerintah sebaiknya mengintensifkan komunikasi dialog dan diskusi publik dengan kelompok komunitas pertanian atau menerobos pintu-pintu kampus.

“Menurut saya pemerintah harus lebih merangkul komunitas pertanian dan memanfaatkan teman-teman muda yang memiliki kemampuan di bidang pertanian. Karena melalui komunitas, kita bisa menerapkan sisi perjuangan. Makanya harus anak muda yang masuk, jangan yang tua,” katanya.

Di samping itu, Zaenal mengapresiasi berbagai konsep dan terobosan Kementan yang mampu meningkatnya produksi pertanian dan menurunkan inflasi sesuai angka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Dia berharap, pencapaian ini benar-benar membawa Indonesia mencapai swasembada serta menjadi lumbung pangan dunia.

“Pandangan saya terhadap pertanian sekarang sudah ada peningkatan, karena banyak terobosan yang dilakukan Kementerian Pertanian. Walaupun untuk menyelesaikan masalah belum sepenuhnya terselesaikan,” jelas dia.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebelumnya telah mencetuskan Gerakan Satu Juta Petani Milenial di seluruh Indonesia. Gerakan ini merupakan langkah pemerintah untuk menambah daya gedor produksi komoditas pertanian yang berorientasi pada ekspor.

“Petani milenial yang sudah bergabung kurang lebih 400 ribu orang. Kami targetkan 1 juta orang tahun ini. Kami mendorong pemuda-pemuda tani untuk turun ke sektor pertanian karena kita sudah bertransformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern,” tukas Menteri Amran beberapa waktu lalu.

Mentan berharap dengan teknologi generasi milenial mau bercocok tanam, peduli dengan nasib petani dan siap meningkatkan produksi pangan Indonesia.

Untuk itu generasi milenial diharapkan tidak lagi menganggap sektor pertanian sebagai pekerjaan yang tidak menjanjikan bagi masa depan.