Fenomema Kiai Jatim Beralih Dukungan di Pilpres 2019

0
64
Fenomema Kiai Jatim Beralih Dukungan di Pilpres 2019
Fenomema Kiai Jatim Beralih Dukungan di Pilpres 2019

Dukungan mendukung di kalangan ulama dan kiai terhadap dua kandidat di Pilpres 2019 terpecah. Sebagian mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin, sisanya lagi ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Indonesia adalah negara demokrasi, menegaskan bahwa dalam percaturan politik jelang Pilpres 2019 adalah hal biasa yang tak perlu dikhawatirkan.

Yang terpenting, dukungan tokoh agama, baik itu ulama, kia dan santri bahwa masyarakat luas sekalipun pada Pilpres harus dalam konteks yang sehat, dan fair.

Apalagi Pemilu merupakan kontestasi gagasan, hasil kerja, prestasi dan rekam jejak. Demikian seperti disampaikan Presiden Joko Widodo.

Terkait pertukaran posisi politik kiai NU di Jatim yang benar-benar terjadi, seprti KH Hasib Chasbullah Wahab, putra pendiri NU, KH. Wahab Chasbullah yang secara tegas siap memenangkan pasangan Prabowo-Sandi adalah hal biasa.

Bahkan sebelumnya, pada Pilpres lalu, Gus Hasib merupakan Kiai yang paling getol mengkampanyekan Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Kendati demikian, sederet Kiai NU, baik yang secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi jelas mendukung pasangan Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin itu.

Menariknya, para Kiai tersebut mayoritas Kiai pendukung utama Prabowo-Hatta saat Pilpres 2014 silam.

Para kiai NU yang menjadi pendukung Prabowo saat Pilpres 2014 kini mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf. Seperti, KH. Anwar Iskandar, pengasuh Ponpes Al Amin, Kediri serta beberapa Kiai sepuh NU lainnya

Jika dilihat dari persfektif demokrasi politik kecenderungan pindah atau bertukar dukungan tak harus jadi kegelisahan.

Menurut pengamat Politik Surokim Abdussalam menjelaskan, bahwa adanya pertukaran posisi politik kiai NU di Jatim merupakan konsekuensi dari dinamika politik, baik pasangan Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ia mengatakan, bahwa masing-masing memiliki ceruk Kiai berpengaruh di Jatim. Para tokoh-tokoh NU struktural di Jatim hampir dipastikan akan mendukung Jokowi karena sosok Ma’ruf Amin. Namun, NU kultural masih bisa didekati oleh kedua belah pihak.

Perubahan pilihan itu sendiri merupakan bagian dari cara para kiai memahami jalan politik praktis yang perlu juga dihormati. Sepanjang politik praktis Kiai tersebut dapat menciptakan suasana adem serta ruang kebaikan bersama tidak menjadi suatu masalah.

Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Jokowi-Ma’ruf, Otman menyatakan bahwa hal tersebut sudah biasa. Mereka mendukung secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Namun terkait adanya perpindahan dukungan dari Prabowo ke Jokowi lebih banyak mengacu pada capaian Jokowi selama 4 tahun terakhir yang dinilai berhasil.

“Adanya dukungan yang dulunya Kiai mendukung Prabowo lalu mendukung pak Jokowi saya kira faktor-faktornya mereka melihat keberhasilan pak Jokowi dalam hal pembangunan, lalu kebijakan pak Jokowi terhadap umat Islam yang sangat baik, tentu adanya Kiai Ma’ruf itu sangat membantu,” ungkap Otman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here