Gelar Unjuk Rasa, Presidium Rakyat Nusantara Tuntut Anies Transparan Terkait Anggaran DKI Jakarta

Gelar Unjuk Rasa, Presidium Rakyat Nusantara Tuntut Anies Transparan Terkait Anggaran DKI Jakarta
862 Views

Puluhan orang yang tergabung dalam Presidium Rakyat Nusantara menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Dalam aksinya, mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2020.

Salah satunya adalah anggaran untuk pembelian lem aibon senilai Rp82 miliar. Bahkan, kata Siska, mengutip data Indonesia Corruption Watch, anggaran untuk pembelian barang tersebut mencapai Rp127 miliar.

“Kami mendesak gubernur Anies segera mempublikasikan dokumen KUA-PPAS APBD 2020. Dalam dokumen ini ada ratusan mata anggaran yang sangat tak masuk akal,” kata orator aksi, Siska.

Selain itu ada pula anggaran untuk pembelian pulpen senilai Rp123,8 miliar, komputer Rp121,2 miliar, dan software antivirus Rp12,9 miliar.

“Lalu ada pula biaya untuk buzzer senilai Rp5 miliar. Apa itu buzzer?” katanya.

Menurutnya, akses informasi yang tertutup terhadap dokumen anggaran berpotensi menimbulkan celah korupsi pada APBD DKI 2020.

Hal itu dinilai akan merugikan warga Jakarta sendiri. Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk terus mengawasi anggaran-anggaran yang tak masuk akal di dalam dokumen tersebut.

“Kami duga dengan tertutupnya akses informasi maka potensi manipulasi anggaran yang berujung korupsi sangat besar. Tentu saja ini sangat merugikan warga Jakarta yang hingga hari ini masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan,” jelas dia.

Sebelumnya, isu lem aibon tersebur diungkap oleh politikus PSI William Aditya ketika membuka dokumen ditemukan penggunaan anggaran sebesar Rp82,8 miliar Pemprov DKI Jakarta KUA-PPAS 2020.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *