Gerindra Usulkan Polri Dibawah Mendagri, Wakapolri: Oh Tidak Mungkin

12 Views

Wacana strukturisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah Kementerian Dalam Negeri kembali muncul pasca merebaknya isu Pj gubernur dari institusi Polri.

Itu artinya struktur alternatif ini tidak akan menempatkan Polri di bawah presiden lagi, namun lebih rendah dari Kemendagri. Hal itu dikatakan Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa menyusul adanya usulan jenderal polisi jadi penjabat (Pj) Gubernur.

“Kebanyakan itu kepala polisi itu di bawah Mendagri, nah itu baru cocok. Ya sudah, nggak usah lagi (Polri) di bawah Presiden, di bawah Mendagri,” kata Desmond di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/1/18).

Wacana yang dilontarkan Desmon tersebut lantas mendapat tanggapan dari Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin. Wakapolri mengatakan, hal tersebut tidak mungkin terjadi.

“Oh tidak mungkin lah kita on the track di bawah presiden dan tidak ada rencana itu,” tegasnya di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (31/1/18).

Mengenai wacana penjabat gubernur dari perwira Polri, Syafruddin pun menegaskan Polri tidak berada dalam posisi mengusulkan. “Polisi itu adalah bhayangkari negara ditugaskan dimanapun siap ke kutub pun siap,” tegasnya lagi.

Jendral Bintang tiga ini menyampaikan bahwa soal penetapan, Polri menyerahkan hal tersebut pada Kementerian Dalam Negeri dan Presiden. Sebab Polri, kata Syafruddin hanya diminta untuk menyiapkan.

“Tapi itu dalam batas penyiapan, tidak dalam pengusulan. Silakan kalau dibutuhkan dipakai kalau tidak tidak apa,” ucapnya menambahkan.

Seperti diketahui, kontroversi terkait penunjukkan penjabat Gubernur dari unsur kepolisian muncul ketika dua nama perwira tinggi kepolisian disebut bakal mengisi dua wilayah penyelenggara Pilkada dengan masa jabatan Gubernur asli habis sebelum waktunya. Usulan tersebut disampaikan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo .

Adapun nama Asops Kapolri Inspektur Jenderal Polisi Mochammad Iriawan disebut bakal mengisi posisi penjabat Gubernur Jawa Barat. Sementara Kadivpropam Polri Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin dikabarkan akan mengisi Penjabat Gubernur Sumatera Utara.

Hal tersebut sangat berbeda dengan penunjukkan anggota Polri sebagai PLT Gubernur, karena hal tersebut tidak menyalahi dan mengubah Undang-Undang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *