Getol Kibarkan Bendera Tauhid Ditangkap di Arab Rizieq Cari Kambing Hitam Nyalahin Intelijen



90 Kali di Baca

Wartakota – Sebelum berita penangkapan Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab oleh kepolisian Arab Saudi, Rizieq sempat memberi seruan untuk memasang bendera berkalimat tauhid kepada anggota, simpatisan FPI, serta alumni 212.

Seruan itu disampaikan Rizieq melalui akun Twitter-nya. Rizieq meminta agar bendera tersebut dipasang di rumah, posko, hingga tempat kerja. Selain itu, Rizieq juga meminta FPI memasang kalimat tauhid di akun media sosial, pascainsiden pembakaran bendera HTI oleh Banser di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Terkait seruan itu, padahal bendera bertuliskan kalimat tauhid dilarang di Arab Saudi karena identik dengan kelompok radikal dan terorisme seperti ISIS dan Alqaeda serta Hizbut Tahrir.

HRS yang berkoar-koar memprovokasi pengibaran bendera kalimat tauhid di Indonesia ternyata tak punya nyali saat diciduk aparat kepolisian Kerajaan Arab Saudi dan justru menuduh pemasangan bendera tauhid di rumahnya adalah rekayasa dari sebuah operasi intelijen.

Bahkan ketika bendera tauhid itu terpasang di rumahnya di Mekkah, dirinya malah tak mengakui bendera tauhid. HRS yang getol teriak memperjuangkan bendera tauhid, justru ketika di Arab malah anti dengan bendera tauhid.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan, pengankapan dan pemeriksaan Muhammad Rizieq Shihab oleh aparat Arab Saudi disebabkan pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis.

Sementara Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, menilai apa yang terjadi pada Habib Rizieq bisa karena otoritas Saudi menduga ada aktivitas politik di kediaman Rizieq.

“Saya kira itu (bendera) melambangkan simbol, apalagi itu ditulis dalam bendera ya. Bendera selalu berkaitan dengan identitas, kelompok, politik, dan lain sebagainya. Pemeriksaan yang dilakukan saya kira berkaitan dengan aktivitas politik yang bersangkutan,” kata Yon  seperti dikutip dari detikcom, Rabu (7/11/2018).

Dengan tujuan politis dan didukung oleh elit pendukung Prabowo-Sandi, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan kelompok teroris tersebut semakin brutal melanggar hukum, dimana mereka beramai-ramai mengibarkan bendera HTI, bahkan di Palu, mereka dengan bangga menurunkan Sang Saka Merah Putih.

Rizieq Shihab yang kabur ke Arab Saudi juga turut tampil laksana pahlawan kesiangan, dimana beliau menyerukan kepada para pengikutnya untuk mengibarkan bendera HTI yang dilanjutkan dengan demo berjilid-jilid dengan tema politis.

Rakyat Indonesia yang masih memiliki akal sehat mencoba menantang balik Rizieq Shihab dan para pendukung beliau untuk mengibarkan bendera HTI yang selama ini mereka bangga-banggakan sebagai bendera tauhid di Arab Saudi.

Kejadian penangkapan Rizieq Shihab oleh aparat kepolisian Arab Saudi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa bendera yang mereka bilang tauhid tersebut adalah bendera HTI, sehingga kita seharusnya jangan memberikan ruang bagi para pengkhianat NKRI untuk memecah belah NKRI dengan leluasa.

Saat ini para pendukung Rizieq Shihab dan juga para pendukung para pendukung Prabowo-Sandi berusaha dengan sekuat tenaga untuk menggiring opini bahwa yang mengibarkan bendera HTI ialah kubu lawan, padahal Rizieq Shihab jelas-jelas menyerukan para pendukung beliau untuk mengibarkan bendera HTI dan giliran ditangkap, Rizieq Shihab malah mencari kambing hitam dengan menyebut operasi intelijen.