Go-Jek Berkontribusi Rp8,2 Triliun Per Tahun ke Ekonomi Nasional

31 Views

Kehadiran tranportasi berbasis aplikasi online secara nyata turut membantu masyarakat yang selam ini belum memiliki pelerjaan. Tentunya hal ini menjadi salah satu data masukan yang positif bagi pemerintah untuk melakukan pengelolaan yang tepat terhadap transportasi online agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal tanpa menimbulkan berbagai polemik di tengah masyarakat.

Sebuah hasil survei yang dirilis oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) dengan judul ‘Dampak Go-Jek terhadap Perekonomian Indonesia’ menyatakan bahwa Go-Jek berkontribusi Rp8,2 triliun per tahun ke ekonomi nasional.

Laporan hasil riset menunjukkan mitra pengemudi Go-Jek mendapatkan penghasilan tambahan Rp682,6 miliar per bulan sejak bergabung dengan Go-Jek atau Rp8,2 triliun per tahun.

Peneliti LD FEB UI Paksi Walandau mengatakan rata-rata pendapatan mitra pengemudi Go-Jek naik 44 persen sejak bergabung dengan Go-Jek.

“Ini belum semua. Kami hanya melakukan penelitian terhadap penghasilan pengemudi dari Go-Ride dan Go-Food,” katanya, Kamis (22/3/18).

Sementara Direktur LD FEB UI Turro Wongkaren mengatakan hasil penelitan menunjukkan dampak disrupsi ekonomi digital terhadap perekonomian, terutama dalam bentuk penyediaan lapangan kerja.

Dia memaparkan sekitar 15 persen dari mitra pengemudi Go-Jek sebelumnya tidak tergabung dalam angkatan kerja baik sebagai pengangguran maupun berstatus mahasiswa.

“Di sini bisa dilihat bahwa mereka bekerja begitu melihat ada kemungkinan bekerja paruh waktu dan bisa mengatur waktu secara lebih fleksibel,” kata Turro.

Hasil penelitian LD FEB UI juga menunjukkan peningkatan pendapatan mitra pedagang Go-Food. Pedagang mitra Go-Food mendapatkan tambahan penghasilan Rp138,6 miliar per bulan atau Rp1,7 triliun per tahun setelah bergabung dalam ekosistem Go-Jek.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *