Gubernur dan Polda Jabar Imbau Warga Tak Ikut Aksi di MK

Gubernur dan Polda Jabar Imbau Warga Tak Ikut Aksi di MK

72 Kali di Baca

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi meminta warga Jawa Barat agar tidak berangkat ke Jakarta untuk mengawal persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Imbauan tersebut dimaksudkan agar masyarakat lebih baik menunggu kepastian hukum dari MK di rumah ketimbang ikut mengawal proses persidangan. Menurutnya, MK juga akan bersikap netral dan berproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kita sudah mengimbau seperti yang Pak Gubernur sampaikan, jadi kita tidak akan melakukan operasi penyekatan massa, hanya mengimbau saja,” kata Rudy di Mapolda Jawa Barat, Kamis (13/6).

Hal yang sama juga disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengimbau masyarakat untuk menyerahkan seluruh proses sidang sengketa tersebut kepada MK.

Dia menyarankan masyarakat lebih baik menunggu di rumah untuk menunggu kepastian hukum MK karena menurutnya Indonesia adalah negara hukum yang penegakannya sesuai dengan undang-undang.

“Lebih baik kita tunggu di rumah, kita lihat bagaimana hasilnya, semua sudah diatur di MK karena kita ini negara hukum. Jadi untuk menjaga kondusivitas, warga Jawa Barat sebaiknya tidak usah pergi terlalu jauh, serahkan saja pada Mahkamah Konstitusi,” ujarnya.

Seperti diketahui MK, telah meregistrasi gugatan PHPU yang dilayangkan kubu Prabowo-Sandi. MK punya waktu 14 hari kerja sejak registrasi untuk memproses gugatan itu.

Persidangan perdana PHPU dilaksanakan pada hari ini Jumat (14/6). Sementara sidang putusan dilakukan pada 28 Juni.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *