Hindari Konflik 20 Warga Etnis Rohingya Tujuan Malaysia Merapat di Aceh

0
79
Hindari Konflik 20 Warga Etnis Rohingya Tujuan Malaysia Merapat di Aceh
Hindari Konflik 20 Warga Etnis Rohingya Tujuan Malaysia Merapat di Aceh

Puluhan warga etnis Rohingya dengan menggunakan perahu kayu merapat di Kuala Idi, Gampong Blang Geulumpang, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (4/12/2018).

Panglima Laot (Lembaga Adat Laut) Wilayah Idi, Aceh Timur Razali, saat dihubungi Antara dari Banda Aceh, mengungkapkan perahu kayu warga etnis Rohingya tersebut kapasitasnya di bawah 10 gross tonage (GT) ditumpangi 20 pemuda dewasa dan ke semuanya terlihat dalam keadaan sehat.

“Mereka bukan terdampar, tapi sengaja merapat atau singgah untuk sementara waktu di Kuala Idi karena Selasa pagi tadi sekitar pukul 04:00 Wib cuaca kurang bagus dan gelombang laut tinggi,” kata Panglima Laot.

Terpisah, Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro menjelaskan, mereka sempat dicurigai oleh petugas pos TNI AL pelabuhan setempat.

“Saat mereka merapat ke Pelabuhan Kuala Idi, petugas dari pos TNI AL setempat merasa curiga karena kapal yang ditumpangi berbeda dengan milik nelayan Idi. Lalu anggota TNI AL mengambil tindakan dengan menyetop kapal yang mereka tumpangi untuk merapat ke pos,” kata Wahyu dalam keterangannya.

Setelah mereka merapat di pos TNI AL setempat, kecurigaan petugas benar bahwa kapal tersebut bukan nelayan, melainkan warga etnis Rohingya asal Myanmar. Mereka pun diminta turun untuk diperiksa oleh petugas di daratan.

“Rombongan itu tiba pada pukul 08.10 WIB tadi dengan menggunakan boat atau kapal berukuran di bawah 10 GT dalam kondisi cuaca dalam keadaan hujan. Saat kita periksa kapalnya, perlengkapan mereka masih memadai. Stok bahan bakarnya pun masih banyak,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, warga etnis Rohingya itu meninggalkan negaranya karena konflik suku masih terjadi. Mereka sengaja menghindari konflik agar lebih aman dan nyaman.

“Saat ini mereka sudah berada di pos TNI AL Kuala Idi. Kita sedang melakukan koordinasi dengan TNI, Syahbandar, Forkopimda, dan Imigrasi Langsa,” jelas dia.

Hingga kini ke-20 orang etnis Rohingnya tersebut sedang didata oleh Petugas BPBD Aceh serta Pol Airud dan TNI AL.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here