Ideologi Transnasional Secara Masif Hancurkan Generasi Muda Indonesia

0
119
Ideologi Transnasional Secara Masif Hancurkan Generasi Muda Indonesia
Ideologi Transnasional Secara Masif Hancurkan Generasi Muda Indonesia

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah menekankan tentang kemajuan teknologi dan kaitannya dengan ideologi transnasional. Setidaknya ada dua ideologi transnasional yang membonceng kemajuan teknologi informasi terus bekerja secara masif menghancurkan generasi muda Indonesia.

Basarah menjelaskan bahwa kedua ideologi besar tersebut adalah liberalisme dan fundamentalisme pasar serta fundamentalisme agama. Keduanya, lanjut dia menjelaskan telah nyata-nyata bekerja di Indonesia.

Menurutnya, paham fundamentalisme yang bersumber dari paham individualisme dan liberalisme menegasikan kepentingan komunal dan mengedepankan kepentingan individu.
Salah satu cara kerja ideologi liberalisme adalah adanya kampanye LGBT dan pernikahan sejenis atas nama hak asasi manusia.

“Tren dunia menunjukkan sudah ada 10 negara dunia yang melegalkan pernikahan sejenis bahkan fenomena di Malang sendiri dengan jelas di jejaring sosial bergentayangan akun-akun dan grup yang vulgar mempertontonkan aktivitas LGBT,”

kata Basarah saat memberikan ceramah kebangsaan dan Pancasila kepada 350 siswa dan siswi sekolah menengah umum (SMU) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

dan guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR melalui seminar bertajuk “Pemuda dan Tantangan Membumikan Pancasila di Zaman Now di Hotel Selecta, Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (6/11/2018).

Basarah mengatakan, jika generasi muda sebagai aset bangsa sudah rusak fikirannya, maka pupuslah harapan bangsa Indonesia untuk memiliki pemimpin masa depan yang baik di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, tambah dia diperlukan filter kuat terhadap ideologi transnasional tersebut.

“Mengapa ikan di laut tidak asin rasanya? Karena ikan memiliki insang yang merupakan filter. Begitu juga dengan generasi muda harus memiliki filter, harus memiliki saringan agar ideologi transnasional tidak mudah masuk dan memengaruhi pola pikir generasi muda,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here