Ini Prestasi Ganjar Pranowo untuk Warga Jawa Tengah



169 Kali di Baca

Ini adalah rapor positif dalam hal melawan korupsi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi karena dinilai konsisten melaporkan tindak gratifikasi.

Jumlah laporan gratifikasi yang dilaporkan Pemprov Jateng ke KPK tercatat sebagai laporan terbanyak sepanjang tahun 2015 dibanding instansi lain di Indonesia.

Tidak hanya melaporkan, barang-brang gratifikasi yang diterima jajaran Pemprov Jateng juga diserahkan ke KPK.

“Itu jadi titik awal orang mau melaporkan pemberian yang tidak wajar sehingga lambat laun gratifikasi akan berkurang,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.

Ganjar menerima penghargaan yang diberikan langsung oleh Pelaksana Tugas Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki saat peringatan hari anti korupsi di Bandung.

Komite integritas

Untuk mengendalikan korupsi, Ganjar membuat komite integritas di masing-masing SKPD. Sejumlah pejabat dan pegawai negeri sipil juga diinstruksikan untuk melaporkan harta kekayaannya di KPK.

Pengendalian tindak korupsi, kata Ganjar, juga dilakukan hingga ke tingkat bawah. Sejumlah PNS mendapat tawaran naik jabatan jika bersedia menjadi pelapor tindak pidana korupsi di tempatnya bekerja.

“Saya iming-imingi promosi jabatan kalau mau jadi whistleblower, awasi teman-temanmu,” tulis Gubernur.

Ganjar sendiri mengaku intens melaporkan gratifikasi ke KPK selama menjabat sebagai orang nomor satu di Jateng sejak Agustus 2013 lalu.

Ia tercatat pernah mengembalikan empat barang gratifikasi berupa jaket Harley, ornamen emas 24 karat seberat 10 gram, radio bermaterial kayu, dan satu set alat kosmetik yang diterima istrinya, Siti Atikoh.

Prestasi lainya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo adalah saat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengembangkan 100 desa berdikari sebagai upaya mengurangi jumlah penduduk miskin di daerah setempat.

“Sebanyak 100 desa berdikari yang akan dikembangkan itu tersebar di 29 kabupaten di Jateng,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Tengah Tavip Supriyanto di Semarang.

Tavip menjelaskan bahwa Pemprov Jateng akan memberikan anggaran sebesar Rp100 juta untuk tiap desa yang akan dikembangkan menjadi desa berdikari.

Menurut Tavip, anggaran pengembangan 45 dari 100 desa berdikari berasal dari APBD Jateng 2015, sedangkan puluhan desa sisanya mendapat anggaran dari APBD 2016.

“Ke depannya, desa yang akan dikembangkan menjadi desa berdikari itu akan didampingi pengembangannya sesuai dengan potensi yang ada di desa masing-masing,” ujarnya.

Potensi pariwisata, pertanian, dan peternakan yang ada di tiap desa itu, kata dia, akan dikembangkan oleh warga setempat dengan pendampingan dari satuan kerja perangkat daerah sehingga perekonomian bisa meningkat.

“Sebagai contoh, desa yang ada potensi wisatanya, nanti didampingi bagaimana memasarkan, sehingga bisa mengembangkan perekonomian warga,” katanya.

 

Tavip mengharapkan ada desa yang benar-benar berhasil berdikari dan menjadi percontohan pengentasan kemiskinan bagi desa lain.

Selain hal-hal yang menyentuh program kerja, Ganjar juga mengefektifkan dunia maya dalam mengkomunikasikan segala sesuatu berkaitan dengan Jawa Tengah. Ganjar tak segan=segan menjawab baik keluhan,kritikan serta pertanyaan dari warganya melaluii twitter serta sosial media lainnya.

Dalam dunia pendidikan sosok Gubernur Jateng Ganjar Pranowo banyak membuat terobosan pada Juni 2014. Pria yang menjadi orang nomor satu Jateng sejak 23 Agustus 2013 itu membuka Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) Jateng. Dengan biaya pendidikan gratis, sekolah ini menyasar siswa dari keluarga miskin. SMK Jateng hadir di tiga kota yakni Semarang, Pati, dan Purbalingga.

Hingga kini, SMK Jateng menjadi jujugan atau pilihan pertama warga miskin menyekolahkan anak. Alasannya, SMK Jateng menorehkan prestasi mentereng pula.

SMK Jateng menjadi pemuncak ujian nasional (UN) kategori SMK se-Jateng. Tak hanya itu, tujuh siswa SMK Jateng tercatat meraih nilai 100 pada UN mata pelajaran matematika.

Prestasi akademis lainnya adalah juara pertama Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) Kimia se-Jateng. Saat berlomba di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tim SMK Jateng menjadi juara I Nasional Lomba Kewirausahaan BMC.

“Selain prestasi yang bagus, siswa di sekolah ini juga selalu menjadi rebutan sejumlah perusahaan. Bukan para siswa yang mencari pekerjaan, namun justru pimpinan perusahaan-perusahaan besar di Jateng yang berebut tenaga kerja berkualitas,” kata Wakil Kepala Humas SMK Negeri Jawa Tengah Suyoto saat ditemui di kantornya di Jalan Brotojoyo 1 Kota Semarang, beberapa waktu lalu.