Intip Makna Pakaian yang Digunakan Capres-Cawapres 2019 di Surat Suara



97 Kali di Baca

Tidak terasa pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 semakin dekat. 939.879.651 surat suara bergambar kedua pasangan capres-cawapres, yakni nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan dicetak Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada bulan ini.

Kedua pasangan calon pun telah resmi memilih foto mereka yang akan dipakai dalam surat suara tersebut.

Ada perbedaan dalam pemilihan foto kedua pasangan ini, yakni dari segi gaya dan warna berpakaian.

Pakaian Jokowi-Ma’ruf

Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin memakai foto putih-putih untuk surat suara. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menyebutkan pakaian serba putih yang dikenakan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dalam surat suara Pemilu 2019 lebih egaliter dan lebih menampilkan orisinalitas kedua tokoh tersebut.

“Lebih sesuatu yang original baik untuk Pak Jokowi dan untuk Kiai Ma’ruf. Era saat ini kan lebih bagaimana ekspresi yang lebih egaliter itu, saya kira pemimpin lebih dilihat dari keteladanannya bukan suatu pakaian yang dia pakai,” kata Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Bima.

Filosofi warna putih yang dikenakan Jokowi-Ma’ruf Amin adalah keduanya ingin tampil bersih dan berkampanye serta menang secara bersih karena tidak ingin mengotori suasana Pilpres 2019 sementara penggunaan kopiah oleh Jokowi-Ma’ruf bertujuan untuk menunjukkan wujud ke-Indonesiaan.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, pada dasarnya baju putih adalah kebiasaan pasangan calon nomor urut 01 ini. “Pak Jokowi suka pakai baju lengan panjang putih. Pak Kiai (Ma’ruf) sebagai ulama besar kebiasaan beliau juga menggunakan baju kokoh putih. Dan kebetulan itu maka yang dipakai berdua cocok putih-putih,” katanya.

Warna putih, kata dia, tidak menyimbolkan satu agama tertentu karena semua pemuka agama identik dengan warna yang dilambangkan suci ini.

Pakaian Prabowo-Sandi

Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandiaga memilih mengenakan setelan jas untuk foto mereka di surat suara. Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, mengatakan, pasangan calon nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memilih mengenakan setelan jas lengkap untuk foto di surat suara yang sudah divalidasi mencitrakan kewibawaan.

“Setelan jas mencitrakan kepemimpinan dan kewibawaan,” kata dia.

Menurut sekretaris jenderal DPP Partai Berkarya ini, pemilihan jas sudah melalui diskusi cukup panjang dengan tokoh budaya dan para pakar.

“Banyak pilihan yang tersedia, termasuk pakai baju muslim atau baju adat. Ketika kami mengadakan FGD mengundang berbagai tokoh budaya dan termasuk pakar-pakar dan menyimpulkan kali ini Pak Prabowo dan Pak Sandi ingin tampil beda dengan baju yang mencitrakan kepemimpinan dan kewibawaan nasional,” jelasnya.

Meski, mengenakan pakaian formal Prabowo-Sandiaga tetap mengenakan aksesoris berciri khas Indonesia yakni kopiah dan nama lengkap mengenakan gelar haji.

“Tetapi harus ingat juga beliau pakai peci atau kopiah yang sangat khas, mayoritas masyarakat muslim di Tanah Air kita. Dan pakai haji juga secara sadar itu sehari-hari haji Prabowo Subianto,” katanya.

Perpaduan kopiah dan jas, kata dia, merupakan perpaduan yang sangat lengkap bagi pemimpin Indonesia. “Itu sudah lengkap dan merupakan representasi yang mewakili nasionalisme keislaman karena pakai kopiah dan haji tetapi juga kewibawaan dan kepemimpinan karena pakai jas,” ujarnya.

Secara keseluruhan penampilan, gaya dn warna yang dikenakan oleh kedua paslon menggambarkan citra masing-masing. Penggunaan warna putih merupakan simbol kebersihan dan kedamaian sehingga pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin akan berjalan dengan bersih jika terpilih sedangkan pakaian Prabowo-Sandiaga berwarna hitam hanya ingin mencitrakan dirinya berwibawa dan gagah dari luar namun tidak menunjukkan kepemimimpinan yang bersih dan damai.