ISIS Gunakan Strategi ‘Sarang Lebah’ Lindungi Kepentingan Zionis Yahudi



23 Kali di Baca

Bukti nyata bahwa Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) adalah bentukan Israel makin menguat ketika organisasi militer ini justru menyerang negara-negara Arab yang sedang kacau, diantaranya Irak dan Suriah.

ISIS ternyata adalah organisasi bentukan dari kerjasama intelijen tiga negara, yakni Amerika Serikat, Israel dan Inggris. Hal itu diungkapkan salah satu mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden.

Edward Snowden mengungkapkan jika satuan intelijen dari Inggris, AS dan Mossad-Israel bekerjasama menciptakan sebuah negara khalifah baru yang disebut dengan ISIS di Timur Tengah. Organisasi teroris itu menarik semua ekstremis di seluruh dunia dan menyebut ISIS adalah bagian strategi dengan nama ‘sarang lebah’.

Dokumen NSA yang dirilis Edward Snowden menunjukkan bagaimana strategi sarang lebah itu dibuat justru untuk melindungi kepentingan zionis Israel dengan menciptakan slogan Islam. Berdasarkan dokumen ini, disebutkan satu-satunya cara untuk melindungi kepentingan Yahudi-Israel di Timur Tengah adalah menciptakan musuh di perbatasan.

Strategi ini dibuat untuk menempatkan semua ekstremis dalam satu tempat yang sama sehingga mudah dijadikan target bila sewaktu-waktu keadaan berbalik. Selain itu ISIS juga diciptakan untuk memperpanjang ketidakstabilan Timur Tengah, khususnya negara-negara Arab pasca hancurnya Al Qaeda.

Pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi juga disebutkan pun mendapatkan pelatihan militer setahun penuh dari Mossad, Israel. Al Baghdadi juga mendapatkan kursus teologi dan retorika dari lembaga intelijen negeri zionis itu untuk menciptakan konflik.

Al-Baghdadi memang sosok pria yang misterius, sebelumnya beberapa fotonya memang dibocorkan, tetapi Al-Baghdadi tidak tampil di muka umum selama 4 tahun, sejak menjadi pemimpin Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau Negara Islami di Irak dan Syam.

Sementara, kawasan Syam/Sham yang dimaksud disini adalah beberapa wilayah yang meliputi sejumlah negara diantaranya: Irak, Suriah, Yordania, Lebanon, Palestina dan Israel.

ISIS adalah organisasi yang belakangan muncul secara mendadak dengan kekuatan besar dan persenjataan lengkap. Organisasi militer yang diklaim bernafas Islam ini justru hendak meledakan makam Nabi Yunus dan mengancam akan meledakkan Ka`bah yang merupakan Kiblat umat muslim se-dunia.

Jika ditelaah, awal berdirinya Negara Islam terlebih dulu menargetkan wilayah di sepanjang Sungai Efrat dan Tigris, di samping daerah yang memiliki minyak di Irak dan Suriah.

Al-Baghdadi dan pemimpin Negara Islami lain menyadari monopoli atas energi dan peningkatan kekuatan militer akan memudahkan penghimpunan kekuatan.

Sementara teror terus berkecamuk di beberapa negara, bahkan kelompok teror Filiipina yang berafiliasi dengan ISIS yang hingga kini masih bercokol di Marawi, Mindanao, dilaporkan merencanakan serangan yang jauh lebih besar.

Klaim tersebut dibuat setelah militer menemukan bukti video yang menampilkan Isnon Hapilon, mantan pemimpin Abu Sayyaf yang kini menjadi pemimpin sayap ISIS di Asia Tenggara yang berbasis di Mindanao.

Militer Filipina mengungkap rencana awal kelompok militan Islam yang ingin “menebar teror” itu dan gelombang kekerasan untuk menguasai Marawi.

Tak hanya itu, ISIS pun terus menebar tentakelnya dan perlahan menguasai Indonesia dengan berbagai cara. Dari catatan kepolisian Indonesia, sejunlah rangkaian bom bunuh diri dan serangan lainnya, seperti yang baru saja terjadi di Mapolda Sumut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Dan yang masih mengelitik sekaligus membuat resah, yang baru ini beredar ancaman surat yang ditujukan kepada polisi Banten. Dalam selebaran itu bertuliskan ancaman “Siapkan dirimu polisi thogut kami akan datang Marawi, Filipina selanjutnya adalah INDONESIA”.

Belum bisa diramalkan secara persis seperti apa nasib Negara Islam di masa mendatang, namun yang jelas al-Baghdadi mampu membuat organisasinya menjadi lebih dikenal di seluruh dunia dalam waktu yang begitu singkat.

Parahnya di Indonesia, ISIS justru mendapat simpati dari sejumlah orang yang langsung sukarela mendaftarkan diri sebagai pengikut. Tanpa menyelidiki atau mencari kebenaran informasi tentang ISIS.

ISIS juga bertujuan menghancurkan kestabilan negara yang berbatasan dengan Israel: Suriah, Yordan, Lebanon Selatan, Mesir Sinai. Agar negara Zionis aman.

Dengan taktik adu domba, perang saudara, isue Suni versus Syiah, moderat versus fundamentalis, Islam versus Kristen, Kurdi versus Arab.

Namun sayangnya, banyak muslim termakan isue tersebut, termasuk di Indonesia, sekali lagi, ini adalah grand design Zionis Yahudi.