Isu Genoside Tidak Laku, Gerakan Papua Merdeka Gulirkan Isu Ecoside Dan Rasisme

9,998 Views

Selain Benny Wenda yang kini berdomisili di Inggris, seorang Warga Negara Belanda turunan Papua bernama Raki Ap telah lama terlibat dalam gerakan separatis Papua Merdeka. Raki Ap bahkan mengklaim dirinya adalah juru bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan ayahnya Arnold Clemens Ap yang meninggal pada tahun 1983 adalah martir perjuangan Papua Merdeka.

Peran Raki Ap adalah ikut membantu Benny Wenda dalam menyusupkan isu lingkungan berupa pengrusakan hutan di Papua secara besar-besaran akibat pertambangan mineral, serta gas dan minyak. Raki Ap saat ini juga menjadi penggerak utama ‘Konser Perdamaian’ Rockin For West Papua tahun 2019 menggantikan peran Benny Wenda yang kini lebih sibuk mengadakan penyusupan-penyusupan diplomasi politik di PBB.

Raki Ap merupakan tokoh yang berhasil menggagalkan rencana investasi perkebunan kelapa sawit oleh dana pensiun Belanda, Stichting Pensioenfonds ABP atau biasa disebut ABP. Raki Ap, yang merupakan pegawai di Kementerian Dalam Negeri Belanda tetapi juga aktif di gerakan Free West Papua Belanda, mengatakan ia merasa ngeri mengetahui bahwa ABP berinvestasi di Posco Daewoo.

“Hutan-hutan tropis luas sedang dibabat. Dan itu tidak baik untuk orang-orang dan lingkungan di Papua. Investasi semacam ini hanya memastikan bahwa kekerasan dapat terus berlanjut,” kata Raki Ap, yang dibawa oleh orang tuanya melarikan diri ke Belanda di tahun 1980-an.

Pembabatan hutan di Papua, menurut Raki Ap, merupakan tindakan merebut tanah Orang Asli Papua (OAP) sekaligus mengambil hutannya. Selain akan mempersulit hidup OAP, pembabatan hutan, menurut dia, juga merupakan pelenyapan diam-diam identitas ke-Papua-an mereka.

Raki Ap dalam gerakannya juga telah menunggangi gerakan militan Extinction Rebellion untuk memperkuat isu Ecoside selain isu Genoside atas tanah Papua. Extinction Rebellion adalah laskar gerak cepat dari sebuah gerakan aktivis lingkungan yang berkembang pesat.

Awal tahun ini, mereka membuat pusat kota London dan beberapa kota besar Inggris lainnya terhenti dengan pemasangan barikade di jembatan, berdiri di atas kereta api dan memblokir jalan-jalan dan persimpangan jalan utama.

Extinction Rebellion (XR) merupakan kampanye pembangkangan sipil yang lahir di Inggris dan bertujuan mengatasi krisis iklim di seluruh dunia, didukung oleh aktivis iklim Swedia Greta Thunberg yang menjadi wakil anak pencinta lingkungan.

XR berjanji untuk melakukan gangguan lebih banyak dengan alasan pemerintah tidak cukup banyak bertindak untuk menghentikan situasi “darurat iklim” Kelompok itu melancarkan kampanye serupa di Amerika dan Australia dan mengatakan para aktivis iklim tidak punya pilihan selain bertindak sendiri.

Kepolisian Inggris berjanji tak akan membiarkan organisasi pegiat lingkungan “Extinction Rebellion” mengulang gangguan terhadap jaringan transportasi di London saat mereka melakukan protes bulan Oktober nanti, seperti yang mereka lakukan pada April lalu. Polisi Inggris sendiri telah menangkap hampir 1000 orang aktifis XR terkait kerusuhan di bulan April lalu.

Penyusupan Isu Papua Merdeka dalam aksi XR merupakan misi Raki Ap bersama Benny Wenda untuk memperkenalkan kepada dunia berbagai ‘kerusakan alam’ di Papua yang menurut mereka telah dampak dari ‘koloni’ Indonesia.

Penguatan isu lingkungan dan rasis pada gerakan Papua Merdeka telah diantisipasi oleh pemerintah RI dengan tindakan persuasif dan mengutamakan kemanusiaan dan kultural dalam mengatasi kerusuhan demi kerusuhan di Papua. Kerusuhan di Papua telah dideteksi pemerintah digerakkan oleh satu kelompok provokator yang bergerak di luar negeri dan menyusupkan kampanye-kampanyenya melalui media sosial.

“Kita sudah menenggarai dan memastikan bahwa terjadinya unjuk rasa dan kerusuhan, perusakan dan pembakaran dipicu dan diorganisir oleh suatu kelompok,” kata Menko Polhukam Wiranto

Menurut Wiranto, konspirasi antar kekuatan yang ada di luar, yakni Benny Wenda cs yang terus memprovokasi dan memberi informasi yang tidak benar, dan kekuatan yang di dalam, yakni unsur AMP, KNPB, sudah sangat jelas. “Kami minta agar mereka menghentikan aktivitas itu, menghentikan untuk provokasi dan menghasut masyarakat Papua dan Papua Barat,” tegas Wiranto.

Wiranto pun menyebutkan situasi kondisi di Papua dan Papua Barat berangsur kondusif. “Per 9 September ini, laporan yang saya terima seluruh kondisi Papua dan Papua Barat aman dan kondusif, aktivis kemasyarakatan pun berjalan normal,” kata Wiranto saat membuka Rapat Koordinasi yang membahas situasi Papua dan Papua Barat terkini, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin.

Namun, lanjut dia, masih ada provokasi, selebaran-selebaran gelap untuk mendorong dan menghasut masyarakat melakukan unjuk rasa susulan. “Ini kita sudah monitor dan kita sudah tahu betul siapa-siapa pelakunya itu,” tegas Wiranto.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *