Jaga Keutuhan Bangsa, Alumni 212 Terbuka dengan Sikap Polri yang Akan Bertabayun

51 Views

Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) akan berkomunikasi dengan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) untuk memberikan pemahaman terkait pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang dituduh menyudutkan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, selain Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal menilai, desakan Persaudaraan Alumni 212 agar Presiden Joko Widodo segera mencopot Tito dari jabatan Kapolri muncul karena tidak memiliki pemahaman secara utuh.

“Kami akan berkomunikasi. Mungkin saja belum paham seutuhnya,” kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/2).

Iqbal mengatakan, Kapolri akan bersilaturahmi ke sejumlah ormas Islam lain, tokoh agama, dan ulama untuk meyakinkan bahwa pidatonya tidak bertujuan untuk menyudutkan ormas Islam.

Ia menambahkan, Tito akan berupaya menggandeng semua pihak, karena Polri tidak bisa berjuang sendiri dalam melaksanakan tugas pengamanan.

Menanggapi keinginan Mabes Polri, Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi sikap Polri yang terbuka dan ingin menemui mereka.

“Kami sangat mengapresiasi kepada Kapolri Tito kalau memang beliau mau bertabayun demi menjaga keutuhan bangsa ini,” ujar Novel, Kamis (1/2). Dengan demikian, para alumni Aksi 212 juga bisa menjalin hubungan baik dengan Polri.

“Kami sangat lapang dada menerimanya dan kami akan persiapkan agar bisa membina hubungan baik kepada kapolri agar semua permasalahan juga bisa selesai imbuhnya.

Sikap ini merupakan bentuk kedewasaan dalam menyelesaikan permasalahan dan diharapkan mampu menggugah seluruh kelompok masyarakat untuk melakukan hal yang sama, mengutamakan dialog dibandingkan menggelar aksi-aksi provokatif yang justru dapat memecah belah bangsa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *