JK Bantah Pernah Bilang Rizieq Shihab Korban Kriminalisasi

61 Views

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tidak pernah mengatakan bahwa Rizieq Shihab merupakan korban kriminalisasi ulama dan tidak pernah menyarankan agar pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tidak pulang ke Indonesia seperti yang ditulis di akun rositchairul.wordpress.com.

Artikel tersebut merupakan pencatutan nama Wapres RI yang mengarah kepada fitnah.

Jk membantah dengan tegas berita yang menyudutkan namanya tentang Rizieq korban kriminalisasi. Menurutunya berita hoaks itu harus disikapi dengan bijak.

JK mengatakan berita bohong kerap mengarah kepada dirinya dengan berbagai isu dimana isu yang beredar bahwa Rizieq Shihab mengalami kriminalisasi. Wapres JK membantah secara tegas dan mengatakan tak pernah mengatakan seperti yang diberitakan.

“Nggak pernah saya mengatakan hal itu tentang dia (kriminaliasi). Dibikinlah seolah-olah saya wawancara nggak pernah saya wawancara mengatakan itu,” kata JK di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017)

Saat itu JK bilang, semua warga negara Indonesia harus taat pada hukum. “Tentu kita harapkan semua orang taat hukum, termasuk Habib Rizieq,” tegasnya menambahkan.

Hal ini tidak benar dan harus disikapi dengan tegas karena telah membentuk opini yang menyesatkan di masyarakat dan berpotensi memecah belah bangsa.

Artikel itu terkait penetapan Rizieq sebagai tersangka kasus sex chat dan foto porno yang disebarkan oleh seseorang lewat situs baladacintarizieq.com. Polisi telah menetapkan Firza Husein menjadi tersangka. Untuk mendalami kasus tersebut, polisi tengah menunggu Habib Rizieq pulang ke Jakarta untuk diperiksa.

Kubu kuasa hukum Rizieq menyebut alasan Rizieq enggan pulang ke Indonesia adalah merasa dikriminalisasi.

Sebagai seorang ulama Rizieq tidak dapat dijadikan panutan sebab apa yang kini menimpanya jelas satu contoh buruk apalagi dirinya sebagai seorang yang paham tentang agama.

Selain itu pentolan FPI ini malah memilih kabur dari Indonesia dan bukannya berani menyelesaikan persoalan yang menyeret dirinya. Jika dia tidak melakukan seperti yang disebut-sebut oleh kelompoknya maka seharusnya dia kembali dan menjelaskan serta mempertanggungjawabkan semuanya bukan dengan menantang hukum dan mendeskritditkan pemerintah.

Meski demikian sejauh ini belum ada informasi yang jelas dan pasti kapan Habib yang gemar memprovokasi umat Islam untuk memusuhi rejim Jokowi ini bakal balik ke Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *