Jokowi Ajak Masyarakat Menjaga Persatuan dan Kesatuan dan Menyelesaikan Konflik Sekecil Apapun

Jokowi Ajak Masyarakat Menjaga Persatuan dan Kesatuan dan Menyelesaikan Konflik Sekecil Apapun

31 Kali di Baca

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama menjadi organisasi yang terdepan dalam merebut kemerdekaan.

“Sejarah membuktikan jamiah Nahdlatul Ulama selalu berada di garis depan bukan saja dalam merebut kemerdekaan, namun juga dalam menjaga keutuhan kesatuan RI,” kata Presiden dalam sambutannya saat menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

Selain itu, kata Jokowi menuturkan NU juga berada di garis depan dalam mencegah pihak-pihak yang hendak mengganti ideologi negara, Pancasila.

Presiden mengatakan, Pancasila bagi NU adalah solusi kebangsaan sebagai konsesus berbangsa dan bernegara sejak kemerdekaan.

Ditambahkan Jokowi, Indonesia juga merupakan negara kesepakatan yang dibangun untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Presiden lantas menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan Ibu Negara Afghanistan Rula Ghani yang bercerita mengenai perang di negaranya.

Jokowi menjelaskan tentang kerugian akibat peperangan. Paling besar dialami oleh perempuan dan anak-anak.

“Apa yang ingin saya sampaikan dari pesan yang disampaikan Ibu Rula Ghani, kalau sudah terjadi perang, mempersatukannya sangat sulit,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara mengajak masyarakat terus menjaga persatuan dan kesatuan dan menyelesaikan konflik sekecil apapun.

“Saya titip jangan sampai karena urusan pilihan bupati, urusan wali kota, urusan pilihan gubernur, urusan pilpres, kita ini tidak merasa sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Hati-hati kalau sudah ada rasa seperti itu,” kata Jokowi.