Jokowi Instruksikan Gubernur DKI Jakarta untuk Mengintegrasikan MRT dengan Transportasi Lain

0
133
Jokowi Instruksikan Gubernur DKI Jakarta untuk Mengintegrasikan MRT dengan Transportasi Lain
Jokowi Instruksikan Gubernur DKI Jakarta untuk Mengintegrasikan MRT dengan Transportasi Lain

Presiden RI Joko Widodo mengintruksikan Gubernur DKI Jakarta untuk mengintegrasikan semua moda transportasi di Jakarta dengan MRT agar kemacetan dapat dikurangi.

Presiden mengaku bahwa pihaknya siap mendukung seluruh Pemda dalam pengembangan moda transportasi massal seperti LRT, Monorel atau MRT tersebut.

“Ini memang harus terintegrasi antara MRT, LRT, Kereta Bandara, Transjakarta, Kopaja, Angkot, semua terintegrasi.

Kalau itu terintegrasi akan kurangi kemacetan dan kurangi penggunaan mobil pribadi di Jabodetabek,” kata Jokowi di Depo MRT Lebak Bulus, Selasa (6/11/2018).

Presiden Jokowi mengatakan, dengan semakin efektifnya transportasi massal yang terintegrasi maka akan meningkatkan ekonomi di Jakarta dan sekitarnya.

Untuk itu, dirinya ingin proyek MRT Jakarta ini bisa menjadi contoh daerah lainnya dalam pengembangan moda transportasi masal. Dia juga berpesan kepada seluruh pemerintah daerah untuk tidak takut dalam mengambil keputusan.

“MRT pertama, LRT pertama, Kereta cepat juga pertama. Kalau kita tidak putuskan kita tidak tahu ada masalah apa disitu ada kendala apa disitu. Memang ini harus berani memulai, sepetti di Jakarta mulai, Palembang juga mulai, nanti menyusul Bandung, Surabaya, Medan mulai, saya kira transportasi masal adalah masa depan transportasi kita,” tegas Jokowi.

Sebelmunya, Rute Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) direncanakan diperpanjang hingga ke Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Kerja sama dengan kota penyangga Ibu Kota menjadi modal agar masyarakat mau beralih menggunakan transportasi umum dan meninggalkan kendaraan pribadi.

PT MRT Jakarta telah melakukan studi kelayakan perpanjangan rute transportasi tersebut, berdasarkan surat dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Hasil studi itu nantinya akan terlihat mengenai potensi penumpang, pendapatan, hingga pengembangan integrasi.

Direktur Keuangan dan Administrasi MRT Jakarta Tuhiyat menyatakan, sesuai Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), ada perpanjangan dari Lebak Bulus hingga wilayah Pondok Cabe. Tapi, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany meminta adanya perpanjangan kembali dari Pondok Cabe sampai Tangerang kota.

“Tapi Ibu Wali Kota minta dibelokkan ke arah BSD atau Puspitek, sampai ke Rawa Buntu dan Tangerang Kota,” kata Tuhiyat di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Jumat 26 Oktober 2018.

Untuk usulan stasiun yang diajukan BPTJ yakni dari Lebak Bulus, Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Negeri Syarif Hidyatullah (UIN), Pasar Ciputat, Pustekkom dan Pondok Cabe.

Selanjutnya menuju Stasiun Pamulang Barat, Pondok Benda, Babakan, Puspitek, Rawa Buntu dan Tangerang kota. Karena usulan tersebut, saat ini PT MRT Jakarta ditugaskan untuk melakukan studi kelayakan dan rencananya diselesaikan pada akhir 2018.

Pada awal 2018, Airin telah bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk membahas perpanjangan rute MRT ke Tangsel di Balai Kota, Jakarta Pusat. Rencananya pembangunan perpanjangan ke Pondok Cabe dimulai pada 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here