Jokowi Masuk Kabah, Tukang Nyinyir Masuk Neraka



484 Kali di Baca

Keistimewaan Presiden Jokowi memasuki kiblat umat Islam Ka’bah di kota Makkah Al Mukarramah, Saudi Arabia, tampaknya membuat panas para pelaku propaganda Rusia yang menginginkan terusnya stigma dan fitnah terhadap Jokowi anti Islam. Presiden Jokowi, Ibu negara Iriana, dan kedua anaknya Gibran serta Kaesang diketahui menyempatkan diri melakukan ibadah umroh di tengah masa tenang menjelang hari pencoblosan esok Rabu.

Jokowi disambut istimewa oleh pihak Kerajaan Saudi. Dijamu dengan pelayanan istimewa. Dan sebuah kejutan terjadi, Jokowi diajak masuk Ka’bah dalam rangkaian ibadah umroh yang dia jalani.

Ketika melihat Pak Jokowi dan keluarga bisa masuk Baitullah, sebuah kesempatan langka yang bahkan jauh lebih sulit daripada mencium Hajar Aswad, orang-orang yang beriman mestinya ikut merasa senang sambil berdoa dalam hati “Semoga Allah pun bisa menganugerahi nikmat yang demikian pada saya”.

Kalau ada yang kemudian malah nyinyir, malah menuduh Jokowi minta-minta ke Raja Salman, memaksa dan sebagainya, mereka hendaknya instropeksi diri. Artinya mereka ini nggak percaya bahwa Allah bisa memberikan kemuliaan kepada siapapun yang Dia kehendaki. Dan Alhamdulillah Pak Jokowi dan keluarga mendapat nikmat itu.

Orang yang bersih hatinya dan pikirannya positif serta beriman ke Allah, akan melihat hal ini sebagai buah dari kesabaran Jokowi yang sejak lama difitnah dan dicaci oleh orang-orang yang merasa Jokowi adalah saingan beratnya. Inilah buah istiqomah Jokowi melaksanakan perintah Allah dalam mengabdi kepada rakyatnya sebagai Presiden RI.

Sehingga sangat tidak layak bila ada yang mempermasalahkan perjalanan Jokowi bertamu ke rumah Allah SWT (Baitullah) lalu kemudian dinyinyir dan terus berusaha memperlakukan Jokowi sebagai seorang yang tidak patut dimuliakan. Merekalah setan sebenarnya yang akan terus menghalangi umat muslim untuk dekat kepada penciptanya.

Merekalah setan sebenarnya yang tidak ingin Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin terus bekerja ikhlas melayani bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya.