Jokowi Meraup Suara 70 Persen di Tanah Pasundan

Jokowi Meraup Suara 70 Persen di Tanah Pasundan

23 Kali di Baca

Jakarta – Calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin memastikan informasi yang menyebutkan Joko Widodo antiulama, bohong.

Ia langsung membuktikan hal ini di depan ribuan jemaah di Pondok Pesantren Babakan, Ciwaringin Cirebon, Jawa Barat.

Ketua Umum MUI tersebut mengatakan bahwa Jokowi bisa saja memilih pendampingnya dari kalangan politikus, militer, kepolisian, ataupun yang lainnya.

Namun, Jokowi lebih memilih Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden. “Itu membuktikan bahwa Jokowi cinta ulama,” ujarnya, kemarin

Dia pun membantah klaim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjadi pasangan yang mendapatkan dukungan ulama. Jangankan presiden, pemilihan gubernur dan bupati pun, calon meminta dukungan para ulama. “Mereka semua meminta dukungan para ulama,” paparnya.

Ia menegaskan kelebihan Jokowi bukan hanya meminta dukungan dari ulama, melainkan langsung menggandeng ulama sebagai wakilnya. “Yang dilakukan Jokowi lebih hebat, tidak hanya minta dukungan, tapi juga menggandeng ulama sebagai wakilnya,” kata Ma’ruf Amin.

Tidak sedikit ulama yang hanya diposisikan seperti daun salam. Daun tersebut menjadi salah satu faktor penyedap masakan. Namun, ketika masakan sudah matang, malah daun salam yang pertama dibuang. “Jokowi tidak akan seperti itu,” imbuhnya.

Setelah Cirebon, Ma’ruf Amin dan rombongan melanjutkan safari ke Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kuningan, dan Ciamis. “Belum semua kita kunjungi ya, Kuningan belum juga, Banjar nanti kita kunjungi, Ciamis belum, Pangandaran nanti kita kunjungi. Jadi memang ini menyasar daerah-daerah yang belum,” tukasnya.

Ma’ruf Amin yakin bisa meraih 70% suara di Jawa Barat. Hal itu terlihat dari tren yang terus naik setiap harinya. “Sekarang mungkin lebih dari menang, mungkin lebih dari 70% (suara yang didapat di Jawa Barat,)” paparnya.

Kian optimistis
Menurutnya saat ini semakin optimistis memenangi pilpres di Jawa Barat karena terus adanya peningkatan elektabilitas dari hari ke hari.

“Sekarang semakin optimistis, kemarin kita asal menang saja, karena hari-hari ini trennya naik untuk Jabar, alhamdulillah,” tuturnya.

Ia mengakui bahwa wilayah Jawa Barat itu luas dan belum bisa mengunjungi semua daerah di provinsi terbanyak penduduknya itu.

Namun, dia yakin relawan yang berada di Jawa Barat akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Jabar kan daerahnya luas belum semua kita bisa kunjungi dan, saat ini memang sedang menyasar ke daerah-daerah yang belum dikunjungi,” ujarnya.

 

Di Bogor, kata dia, dukungan terhadap petahana kian kuat lantaran didukung 40 kiai. “Kemarin juga dari Bogor 40 kiai, kemudian dari Bandung Barat, pemuda, remaja, bahkan juga kalangan profesional. Jadi makin hari makin kita bisa melihat trennya naik,” tambahnya.

Mustasyar PBNU itu tak menafikan butuh bantuan dari pihak lain, termasuk relawan. Makanya, dia terus membagi tugas dengan capres Jokowi untuk merambah daerah-daerah di Jawa Barat. “Kalau sendiri tidak mungkin, terlalu luas Jawa Barat ini,” pungkasnya.

Pembagian tugas juga dalam upaya untuk menangkal hoaks yang beredar, misalnya tenang perkawian sesama jenis. “Itu hoaks. Pak Jokowi sangat hormat pada agama Islam dan ulama. Sudah ada buktinya, bukan cuma janji-janji kosong,” tegasnya.

Untuk menangkal hoaks, ia mengaku mereka memiliki cara sendiri. Di antaranya dengan melakukan sosilisasi kepada ibu-ibu. “Ibu-ibu yang cerdas tidak begitu mengkhawatirkan. Tapi yang orang rumahan, ga pernah keluar rumah, itu yang akan kita masuki door to door.”