Jujur,Bersih di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Miliki Terobosan Lewat Aplikasi



71 Kali di Baca

Dalam lima tahun memimpin Jateng, Ganjar Pranowo telah mengubah wajah birokrasi menjadi pemerintahan bersih dan melayani. Penghargaan diperoleh dari KPK tiga tahun berturut-turut (2015, 2016, 2017) serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun 2017 dan 2018. Keberhasilan tersebut merupakan komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Kedepannya Ganjar Pranowo akan menerapkan programnya di Pemerintah Kabupaten dan Kota, tiga skema yang diusung Ganjar dalam mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah, yaitu program pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan produk, kemudahan akses modal, dan pendampingan pemasaran.

Sejumlah program reformasi birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di era Ganjar Pranowo berhasil menuai sukses dengan mendapat penghargaan penting dari pemerintah pusat. Ke depan, Ganjar akan menerapkan programnya di Pemerintah Kabupaten dan Kota.

“Ini bukti kami diapresiasi, karena masyarakat tidak minta yang aneh-aneh, masyarakat cuma minta pemerintahan bersih dan ingin dilayani,” katanya dalam Deklarasi Pemenangan Partai Koalisi Pendukung Ganjar Pranowo-Taj Yasin Kabupaten Batang di Gedung Korpri Batang, Minggu (11/3/2018).

Sejumlah gebrakan Ganjar yakni sistem promosi jabatan yang menggunakan proses lelang sehingga menutup peluang jual beli jabatan, pemberantasan pungli di Samsat sehingga pelayanan menjadi mudah murah cepat, dan reformasi perizinan yang meningkatkan investasi di Jateng.

“Keberhasilan ini tentunya komitmen kami untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” tuturnya.

Untuk menghindari aparat dari kecurangan, Aplikasi ini dibutuhkan karena masih ada bupati walikota di Jateng yang terjaring kasus jual beli jabatan di KPK.

“Harapan kita pemerintahan bersih dan melayani ini akan menyeluruh di Jateng, rakyat yang akan menikmati layanan ini,” kata Ganjar.

Sementara itu deklarasi pemenangan dihadiri seluruh ketua partai politik koalisi pendukung dan pengusung Ganjar Yasin di Batang. Para pimpinan mengucapkan ikrar pemenangan di panggung yang disaksikan ribuan kader.

“Ikrar kebulatan tekad pemenangan Ganjar Yasin. Kami segenap pimpinan dan kader partai pengusung dan pendukung Ganjar Yasin se kabupaten Batang bertekad dengan sekuat tenaga dan upaya untuk memenangkan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maemun untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah periode tahun 2018-2023 guna terwujudnya Jawa Tengah yang penuh keberkahan dengan ridho Allah SWT, ” demikian janji mereka.

Tiga Skema Mengentaskan Kemiskinan di Jawa Tengah

Pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah ke depan akan difokuskan dengan tiga skema. Ketiga skema itu yakni program pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan produk, kemudahan akses modal, dan pendampingan pemasaran.

Tiga skema tersebut bukan program omong kosong, melainkan hasil kajian para ahli ekonomi. “Maka kita gencarkan pelatihan-pelatihan agar masyarakat terampil, silahkan memilih minat mau membuat kerupuk, mengolah hasil pertanian, perikanan, atau peternakan, kita buka luas,” katanya dalam Temu Kangen Pecinta Unggas Kabupaten Kendal di Rumah Makan Salsabil, Kaliwungu, Kendal, Minggu (11/3/2018).

Kemudahan akses modal selama ini sudah bergulir dengan kredit Bank Jateng. Bunga tujuh persen dan tanpa jaminan merupakan yang pertama di Indonesia. Belakangan Presiden Jokowi mengadopsi dengan menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 9 persen ke 7 persen.

“Pemasaran kita buat online dengan regopantes.com sehingga petani tidak perlu lewati sembilan perantara tapi bisa menjual langsung ke konsumen dan untungnya lebih banyak,” kata Ganjar.

Sedangkan untuk warga lanjut usia yang tidak produktif, Ganjar punya program Kartu Jateng Sejahtera. Setiap warga pemegang KJS ini mendapatkan bantuan Rp 250 ribu perbulan. Program ini sudah berjalan sejak 2017 dengan penerima manfaat 12 ribu orang lebih per tahunnya.

Terkait pemberdayaan masyarakat unggas menurut Ganjar, Jawa Tengah saat ini sudah mampu surplus pangan, terutama untuk sumber pangan hewani. Namun masih diperlukan skema bisnis yang menjamin kesejahteraan peternak dan otomatis meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi ternak.

Salah satu bisnis yang bisa dikembangkan adalah pabrik pakan ternak mini. “Pakan ternak juga masih kekurangan banyak, apalagi bahan baku banyak yang masih impor. Maka saya mendorong untuk lebih gunakan lokal dan dikelola kelompok-kelompok peternak,” katanya.

Ganjar juga sedang mengkaji untuk menjadikan unggas sebagai sandaran ekonomi warga miskin. Misalnya dengan memberikan satu kepala keluarga miskin sebanyak lima hingga sepuluh ekor ayam petelur. Selain untuk mencukupi kebutuhan konsumsi keluarga, bila dibudidayakan secara baik, produksi telur nantinya bisa dijual. Untuk program ini, pihaknya terus mendorong agar bantuan dari berbagai pihak, semisal CSR, bisa terealisasi. “Tugas di hulu adalah menyediakan bibit unggul yang bagus?,”.

Temu Kangen dihadiri lebih dari seribu orang pecinta unggas. Dari peternak ayam dan bebek hingga pehobi burung berkicau. Ketua DPC PDIP Kendal Widya Kandi Susanti ikut hadir dan memastikan Ganjar bersama Taj Yasin menang mutlak di Kota Beribadat tersebut.