Kabinet Indonesia Maju Dinilai Gemuk, Jokowi: Jangan Lihat dari Banyaknya

Kabinet Indonesia Maju Dinilai Gemuk, Jokowi: Jangan Lihat dari Banyaknya
77 Views

Komposisi Kabinet Indonesia Maju dinilai sebagian pihak terlalu’gemuk’. Di periode kedua ini, Presiden Joko Widodo memiliki tambahan 12 wakil menteri dan 14 stafsus presiden di lingkaran Istana.

Jokowi pun angkat suara terkait kritik kabinetnya yang disebut-sebut ‘gemuk’. Jokowi mengatakan tidak masalah banyaknya jajaran dalam kabinetnya.

Menurut Jokowi yang terpenting ialah semua tugas dapat diselesaikan.

“(Harus) fungsional dan efektif. Ini kan tidak masalah banyaknya dong,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).

Kendati demikian, Jokowi meminta masyarakat tidak menilai dari banyak jajaran yang membantu dalam pekerjaannya. MAntan Gubenur DKI Jakarta ini lantas membandingkan negara-negara lain.

“Jangan menilai sesuatu dari banyaknya, bandingkan dengan negara-negara yang berpenduduk lebih sedikit. Organisasinya seperti apa, efektivitas seperti apa,” katanya.

Presiden Jokowi telah melantik menteri Kabinet Indonesia Maju dan beserta para wamen. Jokowi kemudian juga memperkenalkan para staf khususnya.

Namun seiring berjalannya waktu, Jokowi berencana menambah beberapa wakil menteri di beberapa pos kementerian. Sejauh ini, sudah ada 3 pos kementerian yang dipastikan akan mendapatkan wamen. Yaitu Wamendikbud, Wamenristek, dan Wakil Panglima TNI.

Jokowi bahkan tidak ambil pusing soal posisi wamen yang di gugat ke Mahakamah Konstitusi.

“Contoh saja BUMN, 143 perusahaan, hanya dipegang oleh menteri, ya sangat berat. Contoh lagi Kementerian Desa, 75 ribu desa di seluruh Tanah Air hanya Menteri Desa saja. Siapa yang ngontrol dananya? Siapa yang ngontrol bahwa anggaran sampai. Tujuannya ke sana. Meskipun ada yang gugat, saya kira nggak ada masalah,” jelas Jokowi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *