Kapolda Riau Tak Beri Celah Pelaku Illegal Logging

334 Views

Pekanbaru – Para pelaku illegal logging akan merasakan hasil perbuatan melanggar hukum mereka. Hal ini ditegaskan Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi bertekad tidak akan memberi celah pada pelaku perusak hutan ini.

Kapolda makin meradang saat mengetahui adanya aktivitas Ilog di kawasan hutan Riau, terutama setelah melihat wilayah hutan di Bengkalis dari atas helikopter.

Pasca menyaksikan langsung aktivitas illegal logging (Ilog) di daerah Bengkalis, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menegaskan, akan melakukan penyelidikan.

Hal itu didapatinya saat melihat secara langsung dari atas udara, ketika menumpang helikopter yang membawanya ke Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Senin kemarin.

“Tunggu tanggal mainnya, jangan sampai tikus lolos,” ungkap Agung saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Selasa (28/1/2020).

Sebelumnya akhir tahun lalu tim gabungan dari Polda Riau bersama Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah memproses kasus illegal logging (Ilog) yang terjadi di Kabupaten Pelalawan.

Dua unit truk pengangkut kayu olahan berbentuk papan hasil ilog, diamankan oleh petugas saat melintas di Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Jumat (22/11/2019) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Dua orang sopir truk turut diamankan. Mereka berinisial TC dan SC.

Dalam pengembangan yang dilakukan petugas, dua pemodal juga ikut ditangkap. Keduanya adalah AN dan SU.

Kayu sebanyak 16 kubik yang dibawa dengan dua unit truk ini, didapatkan secara ilegal dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan.

“Dalam operasi penindakan ini kita bekerjasama dengan Polda Riau, khususnya personel Ditreskrimsus Polda Riau, berjumlah 6 orang. Petugas BBKSDA Riau 4 orang,” kata Andri Hansen Siregar, selaku Kabid Wilayah I BBKSDA Riau, Sabtu (23/11/2019).

Dia membeberkan, adapun modus para pelaku, yakni menjemput dan menaikkan kayu dari pelabuhan Sungai Kampar di Desa Teluk Binjai.

“Dari pelabuhan kayu diangkut pakai dua unit truk. Rencana mau dibawa ke arah Sorek. Namun berhasil kita lalukan penghadangan di Jalan,” ungkapnya.

Hansen menuturkan, dilihat sekilas kayu itu jenis olahan dasar dari kayu Meranti.

Sementara itu lebih jauh kata Hansen, pihaknya sudah kerap melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan, supaya tidak melakukan perambahan secara ilegal.

Pihaknya juga rutin melakukan patroli ke dalam hutan.

Beberapa kali katanya, memang ditemukan ada pondok-pondok dan tumpukan kayu olahan.

Namun para pelakunya tak didapatkan, karena sudah keburu lari mengetahui kedatangan petugas.

“Pondok-pondok itu kita musnahkan. Itu sudah 2 kali terjadi. Pernah juga beberapa kali kita mendapatkan ada aktivitas memuat kayu dari hutan tengah malam di pinggir sungai. Kita kejar, pelakunya lari kocar-kacir masuk ke hutan. Untuk kayunya kita musnahkan,” urai Hansen

Upaya tegas tersebut disebutkan Hansen, ternyata tak cukup memberikan efek jera kepada pelakunya.

Mereka masih saja nekat melakukan aktivitas perambahan.

Barulah pada Jumat dini hari kemarin, dengan perhitungan dan strategi yang matang, tim gabungan bergerak melakukan operasi penindakan.

“Dan operasi berhasil kita lakukan. Sementara kasus ini masih berjalan proses pemeriksaannya di Ditreskrimsus Polda Riau. Barang bukti dan keempat pelaku dibawa ke sana,” tuturnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *