Kapolri: Tidak Terjadi Peristiwa Seperti Brexit Tahun Lalu



107 Kali di Baca

Peristiwa memilukan yang terjadi pada pelaksanaan mudik tahun 2016 lalu masih terbayang jelas dalam ingatan. Kejadian di Pintu Tol Brebes Timur (Brexit) telah sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Saat kejadian Brexit tahun lalu, selama tiga hari kendaraan menumpuk, yakni H-4, H-3, dan H-2 Lebaran.

Namun kini, beberapa persiapan dan antisipasi sudah siagakan. Selain itu, sarana dan prasarananya juga sudah lebih baik. Posko-posko terpadu juga dilengkapi dengan fasilitasnya, disiapkan termasuk penanganan bagi pemudik yang sakit atau masalah kerusakan kendaraan pemudik.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan peristiwa kemacetan yang menyebabkan 12 orang tewas di pintu keluar tol Brexit tahun lalu tak akan terulang pada mudik kali ini. Untuk itu pemerintah telah mempersiapkan mudik kali ini dengan maksimal.

“Seperti Brexit yang kita takutkan tahun lalu, insyaAllah tidak terjadi lagi karena sudah ada jalan darurat, tol darurat (fungsional) yang sudah kami siapkan. Tapi tentu malam hari belum bisa dilalui, karena masih berbahaya,” katanya.

Seperti diketahui, jalur alternatif itu sudah dilakukan uji coba perjalanan, ternyata jalur fungsional tersebut dapat memberikan solusi bagi para pemudik di tahun 2017, meskipun masih banyak kekurangan, seperti masalah penerangan dan rambu-rambu jalan.

Tahun ini pemerintah telah menyiapkan jalan darurat berupa tol fungsional untuk mengantisipasi kemacetan panjang. Luhut menjelaskan, beberapa ruas jalan tol baru telah difungsikan dengan total panjang 402 kilometer. Ruas tol ini terdiri dari tol Trans Jawa sepanjang 337 kilometer dan Trans Sumatera sepanjang 65 kilometer.

Ruas tol Trans Jawa yang akan difungsikan mulai dari Brebes Timur hingga Weleri di Jawa Tengah, sepanjang 110 km. Setelah Weleri, jalan tol ini terputus dan pemudik diarahkan melewati jalan lain.

Pemudik bisa melalui tol Trans Jawa yang fungsional mulai dari Semarang (Jawa Tengah) hingga Surabaya (Jawa Timur). Ruas tol tersebut adalah Semarang-Salatiga, Solo-Ngawi-Kertosono, hingga Kertosono-Surabaya.

Selain itu, kesiapan angkutan mudik juga telah dimonitor. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan kelaikan (ramp check) terhadap seluruh moda transportasi yang disiapkan beroperasi pada masa Angkutan Lebaran 2017.

Sementara, Kapolri Jenderal M Tito Karnavian menegaskan arus mudik hingga sampai hari ini tidak ada kemacetan yang berarti. “Mudik tahun ini, hingga H-2 ini tidak ada penutupan sama sekali. Semua normal,” katanya.

Tito menambahkan, kendaraan yang akan ke selatan lewat pintu tol Pejagan hingga jalur tengah Jateng juga tidak ada penumpukan di sana. Kapolri juga akan memantau arus lalu lintas hingga Gringsing Kabupaten Batang.

“Tidak ada peristiawa seperti Brexit tahun lalu. Setidaknya, hingga hari ini,” kata Tito di Pos Terpadu Brexit kemarin.

Kemudian, pemerintah juga menyiapkan sebanyak 3.826 posko kesehatan selama mudik Lebaran 2017. Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek mengatakan, posko kesehatan itu meliputi 3.141 pos kesehatan dari Dinas Kesehatan, 207 pos kesehatan dari KKP, 374 rumah sakit rujukan, dan layanan darurat sekitar 104 Public Security Center (PSC) yang dapat dihubungi di nomor 119.

Nila mengimbau agar masyarakat bisa menjaga kesehatan selama bermudik agar tiba di kampung halam dengan selamat dan berjumpa dengan keluarga besar merayakan Idul Fitri.

“Kami sangat concern terhadap kecelakaan lalu lintas. Kami minta pemudik hati-hati, jaga kesehatan sebelum pulang. Kalau sakit jangan pulang dulu lah. Jangan lupa bawa obat,” katanya.