Kasus Hoax Ratna Sarumpaet Sebagai Bagian Timses Pemenangan Prabowo Segera Dilimpahkan

0
151

Wartakota – Desakan tim pengacara Ratna Sarumpaet (RS), Desmihardi agar mempercepat penyidikan kasus yang menjerat kliennya dijawab pihak Kepolisian Polda Metro Jaya yang menangani kasus penyebaran hoaks ini dengan bijak.

Hingga saat ini kasus RS telah sampai pada tahap evaluasi pengusutan kasus penyebaran kabar bohong disangkakan kepada klien Desmihardi tersebut. Hal ini diperlukan sebelum mereka melimpahkan kasus ini ke tangan jaksa penuntut umum.

“Kalau misalnya evaluasi dirasa cukup, penyidik akan melakukan pemberkasan. Setelah selesai, penyidik akan mengirim ke penuntut umum,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada Rabu (17/10).

Argo menceritakan saat ini penyidik sedang mengumpulkan hasil pemeriksaan mulai dari keterangan sejumlah saksi, berita acara, mengecek barang bukti, dan keterangan tersangka itu sendiri. Setelah itu selesai, penyidik dapat menggali keterangan saksi kembali sesuai pasal yang disangkakan kepada Ratna.

“Namun apabila nanti dalam evaluasi nasih dibutuhkan keterangan-keterangan saksi yang lain maka kita lakukan pemeriksaan kembali,” tukas Argo.

Penyidik dalam kasus Ratna sejauh ini sudah memanggil sejumlah nama sebagai saksi. Mereka di antaranya adalah Amien Rais, Naniek Deyang, dan Dahnil Anzar Simanjuntak. Tidak menutup kemungkinan ketiganya akan naik status menjadi tersangka jika terbukti menyalahi aturan.

Ketiganya dipanggil dalam waktu terpisah. Amien hadir ke Mapolda Metro Jaya pada Jumat (12/10), Nanik pada Senin (15/10), dan terakhir Dahnil pada Selasa (16/10) kemarin.

Hasil evaluasi pemeriksaan itu juga akan menentukan apakah masa penahanan Ratna akan diperpanjang atau tidak. Hal ini menjadi kewenangan sepenuhnya penyidik.

“Kalau dirasa penyidik belum selesai pasti diperpanjang,” imbuh Argo.

Sementara itu pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah mempersiapkan sebanyak 10 orang jaksa untuk  meneliti berkas perkara kasus dugaan penyebaran berita bohong dengan tersangka aktivis Ratna Sarumpaet jika berkasnya sudah dilimpah penyidik Polda Metro Jaya.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) Noor Rochmad di Jakarta, Selasa (16/10/2018) mengatakan kesepuluh jaksa tersebut berada dalam Tim Jaksa peneliti (P-16) yang telah ditunjuk Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Namun demikian Noor Rochmad memastikan pihaknya akan tetap melakukan supervisi terhadap Tim jaksa peneliti dari Kejati DKI Jakarta pada saat meneliti berkas tersangka RS. “Jadi tetap akan kita supervise.”

Kasipenkum Kejati DKI Nirwan Nawawi sebelumnya pekan lalu mengatakan setelah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari penyidik Polda Metro Jaya, Kajati DKI akan menunjuk dan membentuk Tim Jaksa peneliti berkas perkara tersangka RS.

Dikatakan Nirwan bahwa SPDP atas nama tersangka RS Nomor: B/20576/X/RES. 1.24/2018/Datro, tertanggal 3 Oktober 2018 telah diterima Kejati DKI pada hari Senin (8/10/2018).

Ratna sendiri sudah menjadi tahanan Polda Metro Jaya hampir dua pekan lamanya, sejak Jumat (5/10) malam. Mantan anggota tim pemenangan capres Prabowo Subianto ini dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Tranksaksi Elektronik (ITE).