Kecewa karena Kalah Amien Rais Sebut Politik Gak Adil

848 Views

Masih belum bisa menerima kekalahan pada Pilpres kemarin, Amien Rais sebut politik di Indonesia era sekarang ini sebagai sebuah ketidakadilan dan menyeret umat Islam dalam sebuah kekecewaan.

“Kita umat muslimin tidak perlu pesimis, harus optimis karena kita sekarang menghadapi keadaan yang agak tidak kita sukai. Ekonomi barangkali tidak terkendali,” kata Amien usai menjadi imam dalam shalat ied Idul Adha 1440 H di Masjid Kristal Khadija.

“Politik juga mungkin kurang adil dan hukum dilakukan tebang pilih,” ujarnya kembali.

Amien Rais sepertinya sedang dalam dilema yang cukup besar. Mungkin ia sudah menyadari kalau dirinya berada dalam posisi yang sangat tidak diharapkan.

Inilah momen paling dramatis dimana Amien harus mengakui bahwa pertemuan Jokowi dan Prabowo telah membuatnya tak berkutik lagi.

Apalagi Prabowo kini telah menyadari adanya penumpang gelap, sehingga banting setir dan melakukan manuver yang tidak diduga yaitu melakukan pertemuan dengan Jokowi, dan disusul pertemuannya dengan Megawati dan kemudian hadir di kongres PDIP V di Bali.

Tunggangan politik telah rusak. Dan di sisi lain kabarnya gerombolan sebelah penjual agama itu juga berencana akan mendepak Amien Rais karena sudah trauma dan tidak lagi mau berurusan dengan politikus.

Ironi sekali. Amien benar-benar tak bisa move on dan terancam menjadi korban politik. Percuma saja dia koar-koar menjadi korban politik atau apa pun karena sekarang dia hampir sendirian. Dia mau ke mana setelah ini? Gak ada yang perduli!

Benar juga yang dia katakan, politik kadang tidak adil. Tidak adil bagi dirinya, karena dia ditinggalkan koalisi sebelah dan juga bakal didepak gerombolan penjual agama. Sungguh tidak adil. Dia sudah berkorban jadi objek nyinyiran dan sumpah serapah dari publik karena ucapannya yang keterlaluan. Dan semua ini dibalas dengan air tuba. Sungguh tidak adil, kan?

Amien Rais silakan teriak tak adil. Inilah karma yang sudah berbuah dan harus dipanen olehnya sendiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *