Kejadian Penganiayaan Ulama jangan Ada Dikemudian Hari

73 Views

Kejadian penganiayaan ustadz yang terjadi belakangan ini bukanlah sebuah unsur tindak kriminal yang disengaja dan terstruktur dari pihak tertentu yang sempat membuat resah masyarakat. Hal tersebut telah dijelaskan dari pihak kepolisian.

Mabes Polri meminta agar kasus penganiayaan yang terjadi pada dua pemuka agama belakangan ini tidak dikaitkan dengan spekulasi adanya isu kekerasan terhadap ulama. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, kejadian tersebut terjadi semata karena kebetulan.

Iqbal pun berharap, media massa juga tidak melakukan framing adanya fenomena kekerasan terhadap ulama seperti yang marak diulas di berbagai media sosial. Sebaiknya, kata Iqbal, dengan adanya kejadian ini, pihak-pihak harus saling mendukung dan tidak memperkeruh keadaan.

“Begini, kita sama-sama elemen bangsa, polri dan media itu pilar menguatkan NKRI, jangan di–framing-kan ke situ, saya mulai dari secara kebetulan. Kebetulan di Jawa Barat, jangan di-gathuk-gathuk-kan (dihubung-hubungkan),” kata Iqbal.

Keberadaan tema acara ILC tersebut menjadi momentum sekaligus upaya untuk bersama-sama menjaga ketentraman dan keamanan bangsa sehingga kejadian penganiayaan tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

sebagai warga masyarakat Indonesia terutama kaum muslim harus terus mengutamakan sifat tabayyun terhadap segala sesuatu termasuk dalam kejadian ini agar tidak mudah terpengaruh oleh agenda pihak-pihak tertentu dengan kepentingan sepihak yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *