Kelelahan Bukan Penyebab Utama KPPS Meninggal, IDI Bentuk Tim Peneliti



464 Kali di Baca

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengklairifikasi dugaan masyakarat terkait meinggalnya ratusan petugas KPPS pasca Pemilu 2019.

Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih mengatakan faktor utama petugas KPPS yang gugur adalah sakit yang dialami korban. Hal itu disampaikan Faqih dalam diskusi publik dengan tajuk ‘Membedah Persoalan Kematian Mendadak Petugas Pemilu dari Perspektif Keilmuan’.

“(Kelelahan) hanya salah satu faktor. Baik itu men-trigger maupun memperberat penyakit tertentu. Penyakit itu yang menyebabkan kematian. Bukan kelelahan,” ungkap Daeng di Sekretariat IDI Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Daeng menjelaskan, kelelahan bukan menjadi faktor utama meninggalnya ratusan petugas KPPS. Tetapi gangguan jantung.

Meski dmeikian Daeng menyebut, ratusan petugas KPPS yang meninggal tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ia menyarankan untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Terkait itu, Daeng memastikan IDI siap untuk membantu prosesnya agar hasilnya maksimal. IDI akan membentuk tim internal dalam rangka meneliti lebih lanjut penyebab kematian petugas KPPS.

“IDI sebagai organisasi profesi siap membantu semua pihak yang berwenang dan bertanggung jawab untuk melakukan penelitian mendalam dan atau investigasi yang objektif dan berbasis keilmuan,” ujarnya.

Mengenai autopsi verbal yang dilakukan Kementerian Kesehatan, Daeng menambahkan, tidak bisa mendapat hasil maksimal. Ia menyarankan untuk membuka rekam medis korban untuk ditelusuri lebih lanjut.

“Autopsi verbal tingkat kevalidannya belum terlalu tinggi, karena yang ditanya orang lain bukan pasien yang bersangkutan. Rekam medis itu ditulis berdasarkan wawancara langsung dengan korbannya. Jadi memang lebih tinggi (kevalidan) rekam medis,” kata dia.

Daeng mmeinta agar semua pihak tidak berspekulasi, dan menunggu pemeriksaan yang betul sehingga tidak menduga-duga. dan menyerahkan IDI melakukan penelitian dibandingkan informasi sesat oleh oknum yang ingin menngacaukan situasi di masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *