Kemenangan Jokowi dan Gagalnya Strategi Prabowo di Jateng



443 Kali di Baca

Banyaknya posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang didirikan di provinsi Jawa Tengah, tidak juga membawa kemenangan bagi Prabowo-Sandi.

Hal tersebut dikarenakan masyarakat Jawa Tengah merasa terusik dengan adanya posko pihak lawan yang menjadi lebih banyak didirikan di Jawa Tengah.

Masyarakat Jateng sepertinya tidak terpengaruh oleh aneka sandiwara Sandiaga Uno seperti tangisan Bombay petani bawang yang harus menjadi duda, jatuh miskin dan di kejar-kejar hutang padahal orang tersebut adalah mantan anggota KPU daerah dan malah tersandung masalah kriminal. Selain itu masyarakat Jateng juga tidak terpengaruh dengan politisasi agama.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menilai, berdirinya posko kemenangan PRabowo-Sandi di kampung halaman Jokowi secara nyata telah membangkitkan semangat para pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Kayaknya justru poskonya (BPN) ditaruh di sana, jadi semua semangat. Kelompok masyarakat, kelompok ulama, mereka solid untuk mendukung Jokowi-Maruf,” kata Ganjar lewat keterangan tertulis pada Jumat (10/5/2019).

Untuk diketahui, raihan suara pasangan nomor urut 01 di sejumlah daerah mengejutkan. Jokowi-Ma’ruf, kata Ganjar, bahkan unggul di beberapa wilayah di mana dirinya kalah di pilkada 2018.

Setelah usai pemungutan suara, strategi BPN ternyata gagal total. Pendekatan yang dilakukan Sandi, Prabowo beserta timnya, ternyata tidak membawa hasil. Bak senjata makan tuan.

Jauh dari strattegi itu semua, pasangan Jokowi- Ma’ruf unggul dalam sistem penghitungan cepat (situng) atau real count yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga hari ini, untuk wilayah Jawa Tengah.

Jokowi-Ma’ruf unggul dengan perolehan 77,37 persen atau 13.752.484 suara, sedangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno meraup 22,63 persen atau 4.019.733 suara.

Berdasarkan data sementara, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul jauh di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Perolehan ini berdasarkan data pada 10 Mei 2019 pukul 13.40 WIB di situs resmi kpu.go.id yang masuk dari 94.094 TPS atau sekitar 81,53 persen dari total 115.407 TPS yang ada di seluruh Jawa Tengah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *