Keterbelahan Masyarakat karena Konflik SARA dan Radikalisme hingga Pengaruh Asing dapat Mengganggu Ideologi Negara

Keterbelahan Masyarakat karena Konflik SARA dan Radikalisme hingga Pengaruh Asing dapat Mengganggu Ideologi Negara
128 Views

Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria, Slovenia dan Wakil Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di Wina Dr Darmansjah Djumala mengatakan saat ini terdapat potensi ancaman dalam kehidupan bernegara dan berbangsa baik dari dalam maupun luar negeri.

Menurut Dubes, keterbelahan masyarakat, konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), terorisme, radikalisme hingga pengaruh asing dapat mengganggu ideologi negara.

Sebagai bangsa, Indonesia merupakan ladang subur pertarungan berbagai kepentingan, sehingga keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi negara harus terus ditanamkan. Salah satunya dengan menumbuhkan semangat nasionalisme melalui kesadaran bela negara.

Bela negara yang harus dikedepankan saat ini bukan dengan cara angkat senjata ala revolusi fisik, namun lebih menumbuhkan nasionalisme untuk memajukan bangsa dan negara.

“Bela negara dapat dimulai dari diri sendiri, karena selain dilakukan secara formal melalui pendidikan dan pelatihan sebagaimana diatur dan dijamin dalam UU, bela negara juga dapat dilakukan dengan pengembangan dan pengabdian sesuai dengan kapasitas dan profesi masing-masing, yang dapat dilakukan pelajar dan ekspatriat Indonesia di Austria,” ujarnya dalam keterangan pers KBRI Wina seperti dilansir Antara, Rabu (25/12/2019).

Di hadapan 80 masyarakat Indonesia di Innsbruck, Austria, Dubes Djumala mengingatkan, khususnya untuk WNI di luar negeri, termasuk di Austria bahwa bela negara sesungguhnya dapat diwujudkan dengan selalu menjaga orientasi berpikir tentang Indonesia di antara bangsa-bangsa di dunia terutama terkait dengan citra Indonesia yang demokratis, mayoritas muslim, moderat, toleran dan menghargai keberagaman.

Adji Subowo, salah satu pembicara wakil masyarakat Indonesia, menyampaikan ia akan terus memainkan perannya sebagai warga Indonesia di St Anton, Austria, khususnya dalam mempererat hubungan masyarakat Indonesia sebagai kontribusinya untuk bela negara.

Sedangkan I Nengah Ardika, salah satu pembicara mewakili pelaku budaya Indonesia dan pemilik usaha Spa di Innsbruck, mengharapkan masyarakat Indonesia di Innsbruck dan KBRI/PTRI Wina dapat terus bersinergi dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia.

Kegiatan bela negara ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran warga masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang belajar di Austria (PPIA) serta Diaspora Indonesia di Austria tentang pentingnya bela negara, terutama saat berada di luar negeri atau di perantauan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *