Ketua DPC Gerindra Bondowoso Jadi Tersangka Penipuan



67 Kali di Baca

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bondowoso, Supriyanto menjadi tersangka kasus penggelapan dan penipuan. Anggota DPRD itu, diduga menggelapkan uang Rp700 juta milik Ainul Yaqin, warga Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Kasus itu, bermula saat korban dikenalkan oleh Supriyanto pada Sugeng, teman tersangka, di sebuah hotel di Jakarta pada 2013 lalu.

Kepada Korban, Supriyanto menjelaskan bahwa Sugeng adalah staf menteri keuangan. “Dia katanya pencetak uang. Bahkan, pernah mengirim uang satu kontainer pada presiden waktu itu,” ungkap Ainul, Kamis (3/1/2019).

Menariknya lagi, dalam pertemuan itu, korban dijanjikan uang Rp60 miliar dengan membayar Rp700 juta terlebih dahulu. Dengan percayanya, seprti orang terhipnotis dengan cerita Supriyanto dan Sugeng, Ainul langsung melakukan transfer uang secara bertahap.

“Saya dimintai uang lebih dulu. Uang itu akan dikirim ke Sugeng yang berdinas di Peruri. Menurut tersangka, uang itu akan dipakai untuk proses pengeluaran uang. Karena membawa-bawa nama presiden waktu itu, saya percaya. Karena itulah saya mengirim uang secara bertahap melalui BRI dan BCA,” jelas dia.

Dengan lihainya, Supriyanto menjanjikan kepada korban bahwa uang akan cair setelah satu bulan. Namun hingga waktu itu tiba, uang yang dijanjikan tak kunjung cair meski sudah lebih dari 1 bulan. Bahkan hingga setahun kemudian, uang itu tetap tak kunjung cair.

“Ketika ditagih, katanya uangnya siap dicairkan. Setahun kemudian, pada akhir 2014, Supriyanto berjanji terus. Janji itu sampai saat ini tak pernah ditepati. Saya lalu lapor ke polisi dengan harapan uang saya kembali,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menjelaskan, Ketua DPC Gerindra Bondowoso itu sudah dipanggil penyidik Satreskrim untuk pemeriksaan kasus yang dimaksud.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan Supriyanto sebagai tersangka pada 8 Oktober 2018 lalu.

“Tersangka datang dengan didampingi kuasa hukumnya selama pemeriksaan. Panggilan pada tersangka adalah yang kedua. Tepatnya setelah dia dijadikan tersangka oleh penyidik pada Oktober lalu,” kata Riyanto.

Meski menyandang status tersangka, anggota dewan dan Ketua DPC Gerindra Bondowoso itu, tak ditahan oleh polisi. “Supriyanto tidak ditahan karena pengacaranya menjadi penjamin. Dan kasusnya terus diselidiki,” ujarnya.

Kasus Ketua DPC Gerindra Probolinggo ini menjadi catatan penting agar masyarakat berfikir ulang untuk mendukung partai besutan Prabowo itu.

Sebagaimana diketahui, partai yang dipimpin Prabowo tersebut sering terlibat penipuan hingga perampasan harta rakyat dengan dalih keperluan dukungan untuk partai. Beberapa kadernya terlibat kasus korupsi, dan yang terbaru adalah pernyataan Sandiaga Uno sebagai Hoaks terkait pembangunan tol tanpa utang. Gerindra juga disebut-sebeut sebagai partai terbanyak yang mengangkat eks koruptor menjadi caleg.