Ketum PPP Terjerat Kasus Korupsi, Jokowi Tegaskan KIK Tetap Solid



618 Kali di Baca

Penetapan status tersangka kasus korupsi Ketua Umum PPP Romahurmuziy memunculkan banyak spekulasi. Disatu sisi kasus Rommy tersebut boleh jadi akan menjadi makanan empuk lawan politik koalisi pendukung Capres 01 Joko Widodo untuk menggerus elektabilitasnya.

Namun, capres petahana Jokowi menegaskan, kasus yang menjerat Rommy tidak akan mengganggu elektabilitasnya dan kesolidan partai koalisi dalam bekerja.

“Tidak mempengaruhi elektabilitas,” ujarnya di Hotel Cambridge, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (15/3/2019).

“Nggak, nggak, nggak (ganggu kesolidan KIK). Saya kira konsolidasi kita dengan partai-partai tidak masalah,” imbuhnya.

Jokowi sebelumnya mengatakan kalau dirinya sedih dan prihatin atas kasus yang menjerat Rommy. Namun dia menegaskan tetap menghormati keputusan KPK dalam kasus tersebut.

“Kita menghormati keputusan yang ditetapkan oleh KPK dan seluruh proses hukum yang ada,” kata Jokowi.

Rommy ditetapkan jadi tersangka suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Selain Rommy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin menjadi tersangka suap perkara tersebut.

Ketiganya sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur. Tim KPK mengamankan uang total Rp 156.758.000 dari sejumlah orang yang diamankan.

KPK menjelaskan, Romahurmuziy diduga menerima duit Rp 250 juta dari Haris untuk posisi Kakanwil Kemenag Jatim pada 6 Februari 2019. Sedangkan Muafaq diduga menyetor duit Rp 50 juta untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. KPK juga menegaskan ada pihak lain di Kemenag yang terlibat dugaan suap jual-beli jabatan. Tapi hal ini masih ditelusuri.

Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.