Kondisi Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat Menahan Serangan Dolar AS

136 Views

Radarkontra – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menjelaskan pelemahan rupiah terhadap nilai tukar rupiah hanya bersifat temporer atau sementara. Hal itu disebabkan sentimen pada waktu-waktu tertentu saja.

Saat ini kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menahan ‘serangan’ dolar.

Sri mengungkapkan, bahwa ada satu masa yang suasana pasar akan terpengaruh oleh isu global yang sifatnya fundamental. Meski demikian, Sri mengatakan perdagangan ekspor impor dan cadangan devisa RI cukup baik.

“Kalau pergerakan rupiah atau nilai tukar ada yang sifatnya temporer karena ada masa-masa dimana suasana pasar terpengaruh isu global. Kalau sifatnya sentimen, pada waktu-waktu tertentu biasanya sifatnya temporer,” katanya di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (21/10/17).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan, kondisi fundamental ekonomi nasional masih relatif stabil. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator, seperti aktivitas ekspor impor yang seimbang, derasnya modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik, sampai dengan cadangan devisa di kisaran USD129,4 miliar.

Sebelumnya pelemahan nilai tukar berlanjut pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia, nilai tukar rupiah pada awal pekan lalu berada di posisi Rp13.483 per USD. Pada Selasa 17 Oktober, rupiah terdepresiasi menjadi di level Rp13.490 per USD

Kemudian Rabu 18 Oktober, mata uang Garuda terdepresiasi di level Rp13.514 per USD. Lalu pada Kamis 19 Oktober, rupiah kembali terdepresiasi di level Rp13.521 per USD. Namun pada Jumat 20 Oktober, rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS, di level Rp13.517 per USD.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *