KPK Tetapkan Wali Kota Tegal dan Dua Orang Lain sebagai Tersangka

17 Views

Dalam Sebulan terakhir ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Daerah, Kemenenterian/Lembaga. Ini membuktikan keseriusan Lembaga antirasuah itu kepada para koruptor negeri ini.

Sebelumnya, pada 21 Agustus 2017 Satgas KPK melakukan OTT terhadap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kemudian pada 2 Agustus 2017, KPK OTT Kepala Kejari dan Bupati Pamekasan terkait kasus suap penggelapan dan penggunaan alokasi dana desa 2015-2016. Dan yang belum lama ini KPK OTT Dirjen Hubla Di Kemenhub, Rp20 Miliar Diamankan.

KPK terus memburu para koruptor yang telah merugikan uang negara. Dan kali ini KPK kembali menangkap Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno. Siti terjaring operasi OTT oleh Satgas KPK di rumah dinasnya, Kompleks Balaikota, Jalan Ki Ageng Sebayu, Tegal Timur, Kota Tegal, Selasa (29/8/17) pukul 18.00 WIB.

Sebelum terjaring OTT, dirinya masih sempat menerima massa NU yang melakukan aksi unjuk rasa. Lalu tak lama kemudian ia mengikuti rapat evaluasi capaian kerja triwulanan dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Berselang kemudian, tiga petugas KPK datang dan langsung membawa putri mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Soeparno ini.

Politikus Partai Golkar ini terlibat suap menyuap berkaitan dengan pengelolaan layanan kesehatan di RSUD Kardinah. Selain itu, suap perihal sebagian proyek yang berada di lingkungan Pemkot Tegal. Ruang kerja Sitha dan RSUD Kardinah pun sudah disegel oleh KPK.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/8/17) mengatakan KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus suap Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno.

Selain Siti, KPK juga mengamankan dua tersangka lain yakni pengusaha Amir Mirza Hutagalung, serta Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supardi.

“KPK meningkatkan penanganan perkara tersebut ke tingkat penyidikan serta menetapkan tiga tersangka,” ungkapnya.

Dalam OTT itu, KPK menyita sejumlah uang yang dikemas dalam tiga tas. Uang itu diduga terkait suap dari pihak swasta untuk sejumlah perizinan dan sejumlah proyek infrastruktur di lingkungan pemerintahan setempat.

Uang yang disita dalam OTT tersebut sebesar Rp300 juta, yakni Rp200 juta dan Rp100 juta dari rekening Amir.

Sekilas tentang Wali Kota Tegal

Siti Masitha Soeparno atau yang akrab disapa Bunda Sitha diusung oleh Partai Golkar dan dilantik pada 23 Maret 2014 lalu. Dia berpasangan dengan Nursholeh dalam Pemilihan Wali Kota. Sebelum menjadi Wali Kota Tegal, Sitha merupakan calon legislatif dari Partai NasDem untuk pemilihan Jawa Barat I.

Wanita kelahiran Jakarta pada 10 Januari 1964 itu mengenyam pendidikan dasar dan menengahnya di Palembang, Sumatera Selatan. Kemudian Sitha melanjutkan pendidikannya di Thailand, Belanda dan Amerika Serikat.

Ada pun bidang yang dikuasai Sitha adalah perhotelan, kecantikan, dan manajemen. Dia juga kerap aktif dalam kegiatan penyuluhan kesehatan.

Atas perbuatannya, KPK menjerat Siti atau Bunda Sitha serta Amir Mirza sebagai terduga penerima suap dengan pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Keduanya kini telah ditahan di tempat berbeda.

Sementara Cahyo yang diduga pemberi suap dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Penangkapan ini seharusnya menjadi contoh bagi para pejabat negara lainnya agar tidak terlibat dalam kegiatan praktik korupsi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *