Langkah Wahidin Halim Lakukan Merger Dengan BJB Disebut Tepat Oleh Tokoh Banten

112 Views

Serang – Ketua Umum Keluarga Besar Pejuang Pembentukan Provinsi Banten (KB BAKOR BANTEN), Irsyad Djuwaeli menilai langkah Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dalam menjalin kerjasama (Merger) antara Bank Banten dan Bank BJB sudah tepat. Menurut politisi senior Banten itu memang sudah sepantasnya dari awal harus diperbaiki sistem kas yang ada pada bank Banten tersebut.
“Sudah betul itu yang dilakukan pak WH, memang sudah seharusnya dari dulu bank ini diperbaiki sistem kasnya biar uang rakyat aman,” kata Irsyad saat ditemui di sekretariat Pemuda Bravo 5 sabtu sore (2/5/20).

Irsyad juga menambahkan langkah Wh itu dinilai sudah berani disaat semua orang meragukannya, dirinya berani tampil beda untuk menyelamatkan uang rakyat tersebut.
“Berani sekali itu pak WH, saya sangat apresiasi. Saat semua orang meragukan langkahnya ia berani beda demi menyelamatkan uang rakyat memang harus seperti itu pemimpin yang baik,” tambah Irsyad.

Diketahui Bank Banten memang berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu alias rights issue untuk menerbitkan 400 miliar saham baru.
Jumlah tersebut setara 40% modal dasar senilai Rp 8 per lembar saham. Adapun Fahmi bilang, via aksi ini, perseroan bisa meningkatkan modal hingga Rp 3,2 triliun.

Per Desember 2019 modal inti Bank Banten cuma senilai Rp 154,13 miliar, merosot hingga 53,86% (yoy) dibandingkan 2018 senilai Rp 334,07 miliar. Capital adequacy ratio (CAR) perseroan juga sudah berada di titik nadir sebesar 9,01%.

Terkait dengan langkah kedepan Irsyad juga mengatakan dirinya setuju saja yang penting bentuk kerjasamanya tidak merugikan rakyat dan tidak ada peluang untuk korupsi.
“Ya apapun hasil outputnya, mau semacam syariah atau tidak juga saya mengikuti saja keputusan pemerintah yang penting jangan ada potensi di korup dan harus merhatikan keselamatan uang rakyat udah itu saja cukup,” tutup Irsyad .

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *